Pemuda di Surabaya Nekat Ambil Handphone karena Sakit Hati Cintanya Ditolak

Media Jatim
Cinta Pemuda Ditolak
(Ongky Arista UA/Media Jatim) Ilustrasi barang bukti handphone.

Surabaya, mediajatim.com — Seorang pemuda di Surabaya bernama Ozzy Firmansyah nekat mengambil handphone milik Salsabila Qodima Rahma di kediamannya di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Duku pada 27 Mei 2023.

Ozzy nekat mengambil handphone Salsabila lantaran sakit hati cintanya ditolak.

Peristiwa itu bermula saat Ozzy sedang mencari keberadaan Salsabila ke rumahnya di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Duku, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Sesampainya di rumah bakal calon kekasihnya itu, Ozzy tidak bertemu Salsabila dan langsung mengambil sebuah handphone yang tergeletak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Herlina menjelaskan, Ozzy mengambil ponsel tersebut bukan untuk dijual, melainkan, agar Salsabila segera melacak handphone yang dipegang Ozzy.

Baca Juga:  Mahasiswi UIM Raih Juara I di Turnamen Badminton se-Madura, Rektor: Prestasi Bidang Olahraga Juga Menjadi Atensi Kami

“Saudara terlapor Ozzy ini bermaksud agar korban Salsabila mencari keberadaannya. Alasan terlapor karena mencintai korban, namun cintanya ditolak oleh korban,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (7/6/2023).

Sehari kemudian, 28 Mei 2023, lanjut Herlina, Ozzy mendatangi Salsabila ke rumahnya untuk menunjukkan bahwa ponsel yang dia ambil tidak hilang melainkan berada di tangannya.

“Salsabila pun naik pitam. Dia merasa Ozzy telah mencuri ponselnya. Lalu dia bersama saudaranya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kenjeran,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata mantan Kasat Binmas Polrestabes Surabaya itu, Ozzy mengakui perbuatannya.

Baca Juga:  DPRD Simpulkan Pemerintahan Pamekasan 2022 Gagal: Terkuak dalam Dokumen Pansus LKPJ Bupati

Namun, lanjut Herlina, Ozzy menjelaskan tidak adanya niat untuk menjual handphone tersebut. “Hanya berniat supaya cintanya diterima oleh korban,” imbuhnya.

Ozzy dan Salsabila akhirnya dimediasi dengan disaksikan pihak RT dan RW setempat, dan korban telah mencabut laporan polisinya serta memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah sudah selesai. Tapi apabila terlapor mengganggu korban lagi di kemudian hari maka akan diproses secara hukum sesuai perjanjian yang telah disepakati,” pungkasnya.(fa/ky)