Cerita Ibu Muda di Pamekasan Ikut Kontes Foto Bayi Harus Bayar Rp100 Ribu dan Hadiahnya Senilai Rp15 Ribu

Media Jatim
Ibu Muda Pamekasan
(Dok. @aniezaveeby_) Ibu muda asal Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar, Anis Febriatus Sholehah.

Pamekasan, mediajatim.com – Kasus penipuan online semakin marak akhir-akhir ini. Modusnya pun semakin beragam. Bahkan, ada yang berkedok lomba foto.

Seperti yang hampir dialami oleh seorang ibu muda asal Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar bernama Anis Febriatus Sholehah, Selasa (13/6/2023).

Anis mendaftarkan anaknya mengikuti foto kontes di sebuah akun sosisal media (Sosmed) Instagram @photocontest_mamypoko_ bertema “I’m Cute I’m Sweet“.

Ketentuannya ialah yang paling banyak mendapatkan like netizen yang akan menjadi pemenangnya.

“Saat pengumuman, bukan anak saya pemenangnya padahal postingan anak saya paling banyak like-nya. Tapi yang menang malah like terbanyak kedua. Saya komplain kepada admin akun itu, dan mereka bersedia memperbaiki kesalahan dengan memberikan dua piala,” terangnya kepada mediajatim.com, Rabu (14/6/2023).

Akhirnya Anis curiga saat mengetahui respons admin akun penyelenggara foto kontes bayi itu sebab ada dua piala di kontes yang sama.

Baca Juga:  Nakes Meninggal, Pimpinan DPRD Pamekasan Ajak Masyarakat Tingkatkan Protokol Kesehatan

Kemudian, Anis mengecek semua peserta dan setelah dicek ternyata semua peserta mendapatkan piala atau tidak ada yang menang atau kalah dalam kontes foto ini.

“Pesertanya ada 15, ada juara favorit, juara umum, juara harapan dan sebagainya. Semuanya dapat piala. Saat masuk tahap pengiriman hadiah setiap peserta wajib mengirimkan uang Rp100 ribu sekaligus ongkos kirimnya,” jelasnya.

Pada tahap inilah kecurigaan Anis meningkat. Kemudian dia mencari tahu apa saja hadiah kontes tersebut.

Akhirnya Anis tahu bahwa hadiah yang dikirimkan hanya berupa sabun batang bayi, piala kecil, dan sebuah sertifikat yang dia perkirkan nilainya hanya Rp15 ribu.

Dari hitungan inilah dia akhirnya mengalkulasi nominal uang yang ditransfer tidak sepadan dengan hadiah yang akan diterimanya.

Baca Juga:  Temui Satgas Covid-19, Fraksi Demokrat DPRD Pacitan Minta Dibekali Informasi yang Benar

“Jika setiap peserta mengirimkan uang sebesar Rp100 ribu sementara hadiah yang dikirimkan Rp15 ribu, bisa dihitung berapa keuntungan si panitia,” terangnya.

Anis hampir saja mentransfer Rp100 ribu namun dia urungkan. Lalu, perlakuan tidak baik datang dari si pemilik akun penyelenggara kontes.

“Saya dikata-katain kasar dan dicemooh habis-habisan,” bebernya.

Kemudian dia memviralkan perkara ini di akun tiktok dan instagram pribadinya, Rabu (14/6/2023).

Tak menunggu waktu lama, ada respons dari peserta lain bahwa hadiah yang diterima hanya berupa sabun batang bayi, piala, dan sertifikat yang nominalnya kurang lebih Rp15 ribu.

“Saya berharap, ibu-ibu muda lebih cerdas dan tidak mengalami hal semacam ini,” pungkasnya.(mj15/ky)