Cerita Peraih Juara 1 Lomba MC se-Madura: Sempat Bosan karena Keseringan Diminta Jadi Pembawa Acara!

Media Jatim
Neng Faim
(Dok. Media Jatim) Peraih juara 1 lomba MC se-Madura di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Farhatul Aimmah.

Pamekasan, mediajatim.com – Salah seorang siswi Madrasah Aliah (MA) Qurratul Uyun Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan Farhatul Aimmah berhasil meraih juara 1 pada ajang Youth Star Talented MC Competition, Sabtu (26/8/2023).

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Kompetisi menjadi bintang Master of Ceremony (MC) ini digelar oleh Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura di Kabupaten Sumenep.

Farhatul Aimmah akrab disapa Neng Faim, dan kepada mediajatim.com dia menceritakan bahwa awal mulanya menjadi MC karena diminta oleh gurunya saat masih TK.

“Sejak TK sampai SD saya memang dibiasakan oleh guru untuk jadi MC. Akhirnya bisa jadi MC karena terbiasa,” tuturnya, Selasa (29/8/2023).

Baca Juga:  Sempat Hilang, ODGJ di Sampang Ditemukan Tewas dalam Sumur 10 Meter

Kebiasaan itu tidak dia tinggalkan. Bahkan dia termotivasi untuk mengasahnya. Lalu sejak duduk di bangku SMP hingga MA saat ini, Neng Faim belajar public speaking secara autodidak dengan memanfaatkan kanal YouTube.

Sosok youtuber yang dia jadikan figur untuk mengasah diri adalah Wirda Mansur–youtuber yang memiliki 1,46 juta subscribers.

“Ada satu sosok yang saya kagumi, seperti influencer Wirda Mansur. Konten dan bukunya cocok dengan remaja,” ungkapnya.

Di tengah kegigihannya mengasah diri, Neng Faim mengaku pernah merasa bosan juga lantaran selalu dan selalu diminta menjadi MC.

“Tetapi ya dari sinilah akhirnya kemampuan public speaking saya semakin terasah. Jika dulu ikut lomba diminta guru, sekarang malah saya inisiatif sendiri ikut lomba-lomba,” bebernya.

Baca Juga:  YASPI Sumber Bungur Berikan Beasiswa S2 Kepada Wisudawan Terbaik STEI MM

Siswi yang masih duduk di kelas XII MA ini juga menuturkan bahwa tidak semua lomba yang dirinya ikuti membawanya ke puncak juara.

Beberapa kali dia gagal dalam perlombaan, dan beberapa kali pula dia berhasil menjuarainya. Seperti saat dia meraih juara 1 lomba MC di UNIBA Madura.

“Saya baru beberapa kali juara, itu pun setelah masuk MA,” tuturnya.

Di akhir wawancara dia mengatakan, bahwa lomba demi lomba yang dia ikuti bukanlah juara yang menjadi tujuannya, melainkan, pengalaman.

Baginya, pengalaman adalah guru terbaik. “Kesempatan untuk mendapatkan pengalaman ini tidak akan terulang lagi makanya saya tidak pernah berhenti mencoba untuk memburu pengalaman,” pungkasnya.(mj15/faj/ky)