Warga Bangkalan Cegat Dua Truk Garam Krosok Asal Pamekasan di Jalan Raya Tanah Merah

Media Jatim
Truk Garam Madura
(Dok. Media Jatim) Truk garam krosok asal Pamekasan dicegat polisi di Jalan Raya Tanah Merah, Bangkalan, Sabtu (9/9/2023).

Bangkalan, mediajatim.com — Dua truk bermuatan garam krosok dari arah Kabupaten Pamekasan dicegat warga di Jalan Raya Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Sabtu (9/9/2023) sekitar pukul 07.30 WIB.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Warga yang mencegat terdiri dari unsur pemuda dan tokoh masyarakat Kecamatan Geger, Kecamatan Tanah Merah, dan Kecamatan Galis, Bangkalan.

Mereka mencegat truk garam krosok dengan dibantu Polsek Tanah Merah. Mereka mengatakan, truk pembawa garam ini meneteskan air dan membuat jalan raya licin kemudian memicu kecelakaan.

Baca Juga:  Pengusaha Muda: Bantuan CSR Sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi dengan Penguatan UMKM

Salah seorang warga Kecamatan Geger, Sholeh Abdi Jaya, mengatakan, pencegatan truk garam ini sudah direncanakan.

“Warga sudah pernah membuat perjanjian dengan salah satu sopir, pernah juga beberapa sopir ditegur oleh Polsek Galis, tapi masih saja tidak ada perubahan,” terangnya.

Karena perjanjian dan teguran tersebut tidak membuahkan hasil baik, warga pun geram dan memutuskan untuk melakukan pencegatan.

Tidak hanya pencegatan, warga juga meminta Polsek Tanah Merah menahan truk dan sopir untuk dimintai pertanggungjawaban atas tetesan air garam yang memicu kecelakaan.

“Pagi ini ada dua truk yang diamankan, kami minta agar truk ditahan dan diproses secara hukum, dan bertanggung jawab pada korban kecelakaan,” tukasnya.

Baca Juga:  Bupatiku Sayang, Bupatiku Malang

Kapolsek Tanah Merah AKP Eko Siswanto membenarkan bahwa anggotanya turun untuk melakukan pencegatan truk pengangkut garam.

“Tadi diberhentikan di pertigaan sebelum Pasar Tanah Merah, sekarang sedang ada di kantor,” katanya, Sabtu (9/9/2023).

AKP Eko mengatakan, ada dua truk pengangkut garam yang diamankan lantaran meneteskan air garam bercampur solar.

Tetesan itu, kata AKP Eko, menyebabkan jalan licin dan memicu terjadinya banyak kecelakaan. “Sekarang (sopir, red) masih diperiksa,” pungkasnya.(hel/ky)