Master Max Launching Buku Sekolah Jalanan Edisi Merah Putih dan Touring 9 Hari ke Tiga Pulau Indonesia

Media Jatim
Master Max
(Dok. Media Jatim) Ketua Master Max Community Mohammad Khairul Umam (dua kiri) bersama para anggota berada di kapal meyeberang dari Bali ke Lombok pada akhir Oktober 2023.

Nasional, mediajatim.com — Komunitas rider motor N-Max Madura atau yang dikenal dengan Madura Street Together Rider (Master) Max Community melakukan touring selama 9 hari ke tiga pulau; Jawa, Bali dan Lombok.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Touring ini dimulai dari tanggal 21 sampai dengan 29 Oktober 2023. Selain touring dan explore ke tiga pulau, Master Max juga meluncurkan buku berjudul Sekolah Jalanan edisi merah putih.

Ketua Master Max Community Mohammad Khairul Umam menerangkan, touring ke tiga pulau dan launching buku ini untuk melebarkan sayap.

“Kebetulan Master Max sudah membentuk beberapa zona di Surabaya dan Bali. Kami juga kopdar dengan teman-teman di Bali, dan nanti akan ada juga di zona Lombok,” paparnya.

Baca Juga:  PMII STISA Ngaji Jurnalistik Bersama Wartawan MJ

Pria yang akrab disapa Irul itu juga menjelaskan bahwa Master Max memang komunitas jalanan. Kendati demikian, kata Irul, jalanan bagi para Master bukan sembarang jalanan, tetapi, menjadi ladang untuk berkarya.

“Kita bisa berkontribusi di jalanan, tidak seperti yang orang kebanyakan anggap bahwa di jalanan tempat anak nakal. Nah, ini yang ingin kami tunjukkan, bahwa di jalanan kita bisa belajar, bisa berkontribusi, bisa sekolah,” jelasnya.

Jalanan ini, imbuh Irul, tidak selalu identik tempat yang kotor. “Dan kami juga tidak ingin mengatakan kami bersih. Kami hanya ingin sampaikan bahwa di jalanan itu tidak selalu identik dengan hal-hal kotor,” ujarnya.

Di jalanan, kata pria yang bprofesi dosen itu, seseorang bisa belajar. “Di Bali, kami kopdar di Pantai Kute dan Sanur, sementara di Lombok kita ke KH. Muhammas Zainudin Abdul Madjid, kita belajar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sekretaris Dewan Pendidikan Ajak Masyarakat Madura Tak Ikut-ikutan Hak Angket

Lebih lanjut Irul menyebutkan bahwa Master Max Community tergabung dalam Indonesia Brother Max Independent (IBMI) yang didirikan oleh Isal Cavalera.

“IBMI ini menaungi sekitar 200 komunitas motor, termasuk Master Max di bawah IBMI,” tuturnya.

Sementara itu, Penggagas IBMI Isal Cavalera mengapresiasi langkah Master Max selama ini yang telah meluncurkan buku, memiliki program bakti sosial, turut menangani kekeringan dan touring ke tiga pulau untuk melebarkan sayap.

“Apa yang dilakukan Master Max sejauh ini kami lihat berdampak positif bagi masyarakat. Kami berharap akan terus ada terobosan-terobosan baru yang akan dilakukan Master Max,” katanya.(*/ky)