Peringati HPN ke-78, PWI Bangkalan Minta KPU dan Bawaslu Lebih Terbuka Jelang Pemilu 2024

Media Jatim
Pers
(Helmi Yahya/Media Jatim) Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail saat memberikan sambutan pada kegiatan Hari Pers Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan, Selasa (6/2/2024).

Bangkalan, mediajatim.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan menggelar Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 di Taman Rekreasi Kota (TRK) setempat, Selasa (6/2/2024).

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menyampaikan dalam sambutannya bahwa pers merupakan pilar ke empat demokrasi. Sebagai salah satu elemen pengawas pemerintah, pers juga dapat disebut watchdog.

“Kami ingin menyampaikan bahwa paran insan pers harus bisa menjadi pengawas, atau sebagai kontrol pemerintah,” ungkapnya, Selasa (6/2/2024).

Menjelang Pemilu 2024, kata Mahmudi, tugas pers sudah jelas, yakni memastikan informasi terkait Pemilu yang beredar di media sosial merupakan fakta, bukan hoax.

Karena itulah, lanjut Mahmudi, ruang konfirmasi untuk insan pers harus disediakan, baik oleh KPU atau Bawaslu. Jadi KPU dan Bawaslu harus lebih terbuka dan mudah saat dihubungi oleh wartawan.

Baca Juga:  Lepas Jamaah Calon Haji, Bupati: Do’akan Pamekasan Hebat

“Konfirmasi bagi pers adalah kewajiban, agar berita yang kami terbitkan dapat memenuhi unsur cover both side,” jelasnya.

Komisioner KPU Bangkalan Zairil Munir mengakui bahwa peran jurnalis memang sangat penting menjelang Pemilu.

Usai penghitungan suara di Pemilu nanti, terang Munir, akan ada pihak yang bahagia karena menang dan kecewa karena kalah.

“Kami ingin insan pers menjadi penengah dalam situasi tersebut. Informasi apa pun yang beredar nanti harus terkonfirmasi dan seimbang,” ulasnya, Selasa (6/2/2024).

Apalagi di era yang serba terbuka saat ini, tutur Munir, tidak ada informasi yang tidak bisa diakses oleh masyarakat.

Baca Juga:  Imbas Minim SDM, Satu Penyuluh Pertanian di Sampang Terpaksa Tangani Empat Desa

“Sekarang masyarakat bisa dengan mudah mengambil dan menyebarkan foto atau video kejadian. Bahkan wartawan kalah cepat, maka ini nanti yang harus menjadi tugas wartawan mengonfirmasi,” ulasnya.

Pj Bupati Bangkalan Arief Mulya Edie yang juga hadir dalam acara ini menuturkan, peran jurnalis dan organisasi pers sangat vital. Baik buruknya informasi bergantung pada berita dan informasi yang disajikan oleh insan pers.

“Maka kami sebagai pemerintah daerah berharap, agar informasi yang sampai di masyarakat adalah informasi yang faktual, apalagi menjelang Pemilu 2024,” pungkasnya.(hel/faj)