IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Musim Kemarau Tiba, BPBD Pamekasan Lakukan Pendataan Ulang Wilayah Rawan Kekeringan

Media Jatim
BPBD
(M. Arif/Media Jatim) Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi (kiri).

Pamekasan, mediajatim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengirimkan surat permintaan data wilayah rawan kekeringan kepada semua kecamatan, Senin (20/5/2024).

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Pendataan ulang ini dilakukan, untuk memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem serta tindakan yang harus dilakukan oleh BPBD.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menerangkan, tindakan pertama yang saat ini tengah dilakukan menghadapi musim kemarau, yakni dengan mendeteksi wilayah rawan kekeringan.

“Data itu akan menjadi acuan kami dalam pengajuan bantuan ke Pemprov, agar bisa membantu masyarakat yang tertimpa kekeringan,” ungkapnya, Senin (20/5/2024).

Kata Dhofir, berdasarkan data 2023 lalu, ada 321 dusun dan 77 desa yang tersebar di 11 kecamatan dengan status kering kritis.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Tahun lalu, kami bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat dalam pendistribusian air bersih kepada warga terdampak,” ucapnya.

Baca Juga:  Statement Penyidik dan Kajari Sumenep Tak Selaras, Penanganan Pelecehan Eks Teller BNI Bingungkan Kuasa Hukum

Untuk tahun ini, tutur Dhofir, pendistribusian air juga akan dilakukan secara bergilir sebagaimana jadwal tahun lalu, namun yang diprioritaskan wilayah kering kritis.

“Jadi kalau kering kritis itu, kondisi warga tidak menemukan air dalam jarak tempuh tiga kilometer. Keadaan itu terjadi di sejumlah dusun tahun lalu, makanya menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Memasuki musim kemarau, pihaknya berharap kepada masyarakat agar bijak menggunakan air serta tidak membakar sampah atau benda lainnya sembarangan sebab berpotensi kebakaran.

Diketahui, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, perkiraan musim kemarau di Pamekasan dimulai bulan ini dan puncaknya pada Agustus 2024 nanti.(rif/faj)