IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Seorang Buruh Tani Tewas di Kolam Penyiraman Tembakau, Keluarga Tolak Autopsi!

Media Jatim
Buruh Tani Tewas di Sawah Sumenep
(Dok. Media Jatim) Jasad Mahmudi ditemukan masuk ke dalam kolam air penyiraman tembakau di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, Senin (27/5/2024).

Sumenep, mediajatim.com — Seorang lelaki bernama Mahmudi (43) ditemukan tewas mengenaskan di sepetak sawah Dusun Pandian Selatan, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Senin (27/5/2024).

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Mahmudi ditemukan tewas pada pukul 06.00 WIB. Dengan kepala dan separuh badannya masuk ke dalam kolam air penyiraman tembakau.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Informasi yang dihimpun mediajatim.com, Mahmudi adalah seorang buruh tani. Warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng itu dikenal sebagai buruh tani yang bekerja keras siang dan malam.

Salah seorang warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) H. Maimun menuturkan bahwa sawah tempat Mahmudi meninggal merupakan milik warga bernama Wakid.

Menurut penuturan Maimun, Wakid sempat mengunjungi Mahmudi pada Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 18.30 WIB untuk mengirim makanan. Namun, Wakid tidak bertemu dengan Mahmudi di sawah.

“Kemungkinan Mahmudi meninggal waktu itu. Sebab, setelah Wakid ke sawah dan tidak berhasil menemui Mahmudi, saya juga mencari Mahmudi sampai ke gardu sawah kira-kira pukul 19.00 WIB, namun, saya juga tidak bertemu Mahmudi,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Selasa (28/5/2024).

Baru keesokan harinya, Senin (27/5/2024) sekitar pukul 06.00 WIB, ada warga bernama Wafi mencari Mahmudi di sawah lalu menemukannya dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Lalu, Wafi melapor ke Polsek Kota,” imbuh Maimun.

Terpisah, Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutyoningtyas menyampaikan bahwa kepolisian berencana mengautopsi jasad Mahmudi namun keluarga korban menolak karena Mahmudi memiliki riwayat penyakit epilepsi.

“Pihak Polsek tidak akan serta-merta melakukan autopsi tanpa ada persetujuan dari keluarga korban,” terangnya kepada mediajatim.com, Selasa (28/5/2024).

Polwan yang akrab disapa Widi itu juga menyampaikan bahwa polisi dan TNI setempat telah membuat surat pernyataan untuk ditandatangani pihak keluarga akan tetapi keluarga tetap menolak autopsi.

“Sekitar pukul 09.00 WIB korban dibawa pulang dan keluarganya ikhlas dengan kematiannya,” pungkasnya.(mj2/ky)