IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Membangun Sumenep, Menjaga Kedaulatan Agraria

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Persoalan agraria adalah konflik bersama. Kemerdekaan Indonesia merupakan sejarah konflik kepemilikan tanah antara penjajah dengan rakyat.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Begitulah kira-kira frasa yang banyak didengungkan oleh anggota sarasehan kemerdekaan di Bukit Kalompek Kecamatn Dungkek, Sabtu, 12 Agustus 2017.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Pasalnya, menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, OKP yang ada di Timur Daya Sumenep (Gapura, Batang-Batang, Batuputih dan Dungkek) bersepakat mengadakan sarasehan kemerdekaan tentang agraria.

IMG-20240616-WA0017
IMG-20240616-WA0014
IMG-20240616-WA0018
IMG-20240616-WA0031
IMG-20240616-WA0024

Organisasi kepemudaan tersebut meliputi Laskar Pemuda Desa, ISNU, Ansor yang dihimpun dalam satu ikatan Serikat Pemuda Berdaulat (Serdadu).

Baca Juga:  Mauricio Souza Tegaskan Tak Akan Ganti Gaya Main saat Hadapi Persita

Tidak tanggung-tanggung, sarasehan yang mengusung tema “Membangun Sumenep, Menjaga Kedaulatan Agraria” tersebut mengundang para petinggi Sumenep, ada wakil Bupati (Achmad Fauzi), perwakilan dari Komisi I Darul, dan Juhari perwakilan DPRD. Tidak hanya itu, para Kepala Desa se-Timur Daya dan aktivis agraria di Kabupaten Sumenep tak luput dari sasaran.

“Kami mengundang dari berbagai pihak. Meski tidak semua hadir alhamdulillah masing-masing ada perwakilannya,” kata Masyudi selaku Ketua Panitia Sarasehan Kemerdekaan.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Acara yang dimoderatori oleh Syamsuni, salah satu anggota Serdadu itu berlangsung meriah sejak pertama dimulai. Layaknya Karni Ilyas di ILC, Syamsuni langsung melempar suara pertama kepada perwakilan dari PCNU kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Ansor, ISNU, kepala desa, anggota dewan, aktivis agraria dan terakhir wakil bupati.

Baca Juga:  PMII Sumenep Kutuk Tempat Hiburan Malam yang Buka saat Ramadan: Pemkab Jangan Tutup Mata!

Sebelum ditutup, suasana sempat memanas antara aktivis agraria dan perwakilan pemerintah. Saling lempar argumen dan dalil.

Acara tersebut berhasil merumuskan beberapa hal yang dianggap penting dalam agraria. Salah satunya adalah pengelolaan wisata oleh warga, perlindungan hukum oleh pemerintah, dan tanah sebisa mungkin  jangan dijual tapi boleh disewakan.

Sesuai dengan tema kita membangun Sumenep dengan tetap menjaga kedaulatan agraria. Artinya, didaulat sebagai milik warga,” tegas aktivis agraria Kiai Dardiri A Zubairi.

Di akhir acara, sebagai bentuk komitmen dan janji moral serta tanggung jawab menjaga kemerdekaan Indonesia, perwakilan dari masing-masing pihak menandatangani pakta integritas yang dimulai oleh Fauzi.

“Serasehan ini hanya awal, selanjutnya kami akan menindaklanjuti hasil serasehan ini,” tutur Hosnan Nasir, Ketua Serdadu.

Reporter: Rasyidi

Redaktur: Sule Sulaiman