Dua Wilayah di Pantura Tolak Imunisasi Rubella

Media Jatim

MediaJatim.com, Pamekasan – Program Imunisasi Rubella (campak) kepada anak usia sekolah dari kelas 1-6 tingkat sekolah dasar, terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat yang berada di wilayah Kecamatan.
Program ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tidak terkena atau tertular virus Rubella dan memberikan kekebalan tubuh pada anak usia sekolah.

Program pemerintah ini tidak semuanya berjalan mulus dan ada beberapa daerah di Kabupaten Pamekasan yang menolak dilakukan pemberian imunisasi tersebut. Tercatat ada beberapa sekolah di daerah utara yang jelas-jelas menolak. Penolakan paling parah terjadi di SDN Sana Daya 1 di Dusun Sorren, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean.

Di SDN Sana Daya 1 tidak ada satupun siswa-siswinya yang diperbolehkan untuk diimunisasi oleh orang tua mereka, karena dianggap imunisasi tidak lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Baca Juga:  Gagal Mediasi Konflik Gersik Putih, Pemkab Sumenep dan Penggarap Tambak Garam Diduga Bersekongkol

Kiai Munif (48), salah satu tokoh di Desa Sana Daya mengatakan, anaknya tidak diperbolehkan diimunisasi karena dinilai imunisasi itu mengandung babi dan dalam Al-Qur’an tidak ada anjuran untuk diimunisasi. Maka atas dasar itu mereka tetap akan melakukan penolakan.

“Imunisasi itu mengandung babi dan kami anggap imunisasi tidak ada dalam ajaran Al-Qur’an dan kami akan tetap melakukan penolakan karena tidak ada dalam ajaran Islam,” papar Kiai Munif.

Ternyata kejadian ini juga terjadi di Dusun Cok Gunung, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, masyarakat memang sudah dari dulu menolak pemberian imunisasi karena mereka memandang sebagai tindakan yang haram.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Segera Salurkan BLT DBHCHT untuk Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok

“Sampai saat ini, warga tetap menolak dengan pemberian imunisasi,” tegas H. Nasir Abdillah, salah satu warga Desa Waru Barat.

Perihal penolakan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Ismail Bay, menganggap perlu diadakan sosialisasi dan pencerahan langsung kepada masyarakat agar tidak salah memahami.

“Dinkes Pamekasan akan selalu melakukan sosialisasi terkait kasus ini, dan yang ditakutkan kalau tidak diimunisasi takut akan terjadi KLB (kejadian luar biasa.red) dampak virus Rubella,” tuturnya saat diwawancarai mediajatim.com, (14/08).

 

Reporter: Marul Saleh
Redaktur: Sule Sulaiman