Diduga Serangan Jantung, Warga Trenggalek Tewas Mendadak

MediaJatim.com, Trenggalek – Naas di alami Imam Makruf (47) warga RT 14/RW 04, Dusun Setono, Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Dia meninggal dunia secara mendadak, tatkala habis memanjat pohon kelapa sebanyak empat kali miliknya. Diduga korban terkena serangan jantung, Sabtu (20/1).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasubag Humas Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban tewas di lahan pekarangan milik Ruslan warga Desa Pucanganak Kecamatan Tugu yang masih saudaranya (paman). Korban sebelum tewas masih sempat meminjam korek api dengan maksud akan merokok. Kemudian tiba-tiba korban terjungkal dan jatuh pingsan hingga meninggal dunia.

Baca Juga:  Di Ujung Masa Khidmatnya, Kiai Taufik Diapresiasi PAC GP Ansor se-Pamekasan

“Benar Imam Makruf (korban. red) tewas secara mendadak. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis, diduga korban tewas terkena serangan jantung,’’ terang Iptu Supadi, Minggu (21/1).

Diungkapkan awal kejadian, korban ketika itu baru saja memetik buah kelapa dan sudah empat kali memanjat pohon kelapa miliknya. Dimungkinkan korban merasa capek, selanjutnya beristirahat dan meminjam korek api kepada pamannya untuk menyalakan rokok.

Selang beberapa saat kemudian, korban terjungkal dan jatuh pingsan. Mengetahui korban terjungkal dan pingsan, Ruslan (paman korban) langsung berusaha menolongnya. Namun takdir berkehendak lain nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Selanjutnya peristiwa naas tersebut dilaporkan ke Polsek Tugu jajaran Polres Trenggalek. Mendapat laporan, petugas bersama tim medis dengan cepat menuju lokasi kejadian guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban.

Baca Juga:  Berdiri dan Dideklarasikan Organisasi IKA DIM UNJ Periode Pertama 2019-2020

“Dari hasil penyelidikan petugas dan pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban tewas diduga terkena serangan jantung. Keluarga korban menerima dengan ikhlas sebuah takdir dan membuat pernyataan bermaterai untuk tidak dilakukan autopsi,’’ pungkas Iptu Supadi.

Reporter: Suparni

Redaktur: Sule Sulaiman

WhatsApp chat