IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Derita Stroke, Warga Langsar Sumenep Hidup Sebatangkara

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Matahari mulai tinggi. Langit cerah seperti biasa. Namun suasana terasa sepi. Tak ada aktifitas apapun di sepetak rumah berukuran 4×5 yang halaman rumahnya masih menyerupai tegalan kering kerontang.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Pemilik rumah, Sami’ani (60), sudah puluhan tahun hidup sebatangkara tanpa memiliki keturunan. Sekitar lima belas tahun lalu suaminya meninggal dunia.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Sejak enam tahun terakhir, Sami’ani lebih banyak menghabiskan hidupnya diatas tempat tidur yang kumuh. Sebab Sami’ani mengidap berbagai penyakit.

Diantaranya stroke dan darah tinggi. Selain tubuhnya yang sudah kurus dan renta, kini tangan kanan Sami’ani sudah tidak bisa lagi diandalkan.

“Iya, stroke dan darah tinggi,” tutur Hawariya (43), keponakan Sami’ani.

Bagian dalam rumah Sami’ani tampak kumuh. Tempat tidurnya yang hanya terbuat dari ‘lencak’ sederhana, berdekatan dengan tungku memasak (dapur) dan kandang ayam.

“Ini Mas adanya,” lanjut Hawariya membenarkan.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Untuk mandi, kadang Sami’ani memanfaatkan air hujan yang di tadah menggunakan tang aspal yang berkarat. Kadang Sami’ani mendapat bantuan air dari tetangga dan keponakannya sendiri.

Baca Juga:  IPTV /cleopatra-slots/ Related Articles

Sejak mengidap penyakit, Sami’ani sudah tidak bisa lagi memasak. Ia hanya mengandalkan sedekah dari tetangga untuk makan.

Hingga kini, menurut Hawariya, tidak ada bantuan dari pemerintah. Untuk berobat saja, ia harus mengundang dokter dari puskesmas setempat dan membayar seperti biasanya.

“Ngak ada. Kecuali saya undang (dokternya),” jelasnya.

Bantuan dari pemerintah, lanjut Hawariya, sejauh ini hanya mendapat rastra (beras sejahtera) saja. Sementara untuk bantuan lainnya seperti KIS dan RTLH tidak ada.

Secara terpisah, kepala UPT Puskesmas Saronggi Nurul Latifa enggan berkomentar terkait kondisi kesehatan nenek sebatangkara tersebut.

Sebab kunjungan yang dilakukan petugas puskesmas beberapa waktu lalu ke rumah nenek Sami’ani, data medisnya diklaim bersifat rahasia.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sulaiman