LSM Pukul Media Officer Madura United di Gedung DPRD Pamekasan

MediaJatim.com, Pamekasan – Media Officer Madura United FC, Tabri Syaifullah Munir, dipukul dan dibentak-bentak oleh aktivis LSM, Samhari, di ruang Komisi IV DPRD Pamekasan saat audiensi berlangsung di ruang itu, Selasa (8/5) siang.

Tabri dipukul tangannya dan hendak ditampar saat menyampaikan penjelasan tentang sistem sewa Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan. Itu terkait dengan yang selama ini dilakukan oleh klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura tersebut.

Pegiat LSM yang mengatasnamakan GEMPA  itu menyoal pelaksanaan pertandingan di SGRP. Uniknya, dalam audiensi tersebut, pihak yang mengajukan audiensi justru ada yang tidak datang.

Samhari mempersoalkan tentang pakta kesepakatan penggunaan SGRP dengan pihak pelaksana pertandingan. Menurutnya,  pihak pemkab perlu menjelaskan dengan baik poin-poinkesepakatan pengelolaan SGRP.

Terhadap hal tersebut, Mohammad selaku Kepala Dispora Kabupaten Pamekasan menegaskan, proses penggunaan SGRP sudah berlandaskan Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Fasilitas Publik, dalam hal tersebut penggunaan stadion.

“Yang berlaku saat ini adalah sistemnya sewa menyewa untuk setiap pertandingan sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2016. Tidak ada MoU yang mengatur secara khusus pengelolaaa stadion oleh pihak ke-3,” ucap Mohammad.

Selain mempersoalkan tentang pengelolaan stadion, aktivis LSM GEMPA juga menuntut adanya transparansi pengelolaan tiket pertandingan.
Menurut Abdussalam, salah seorang peserta audiensi yang mendampingi Samhari,  kapasitas stadion bisa menampung sebanyak 35 ribu penonton dan selama ini pertandingan yang dilaksanakan selalu penuh.

Baca Juga:  Building Trust in a Relationship -- 3 Tips to Follow

“Harusnya bisa memberikan pemasukan berupa tiket porporasi sebanyak Rp 270 juta tiap pertandingan,” tudingnya.

Sayangnya,  proses audiensi tersebut  harus ditutup lebih cepat, karena saat LOC Madura United yang diwakili Media Officer Tabri Syaifullah Munir memberikan penjelasan tentang mekanisme pelaksanaan pertandingan, perwakilan  LSM yang melakukan audiensi hendak keluar
ruangan. Tak hanya itu, Samhari, salah seorang aktivis LSM tersebut yang juga tercatat sebagai salah satu pengurus partai politik di Pamekasan
merangsek hingga meja yang ditempati Tabri.

Dalam salah satu video yang beredar, Samhari bahkan sempat akan menampar Tabri. Namun, terlihat urung dilakukan karena melihat ada pihak melakukan perekaman video. Samhari memukul tangan Tabri.

Proses pengancaman secara fisik di ruang Komisi IV DPRD Pamekasan terlihat dimulai saat Tabri menjelaskan tentang payung hukum penggunaan stadion serta kewajiban lain  yang berhubungan dengan pajak hiburan. Tabri mencoba menjelaskan secara teknis rangkaian pelaksanaan pertandingan. Tapi, pihak LSM meneriakinya bohong dan bahkan terlihat menggeprak meja.

Kendati aksi teriakan-teriakan bohong tersebut, Tabri  tetap mencoba menjelaskan tentang mekanisme penetapan jumlah tiket yang akan dicetak dalam setiap pertandingan.

“Oh, silakan tanyakan kepada beberapa pihak yang hadir tentang apa yang terjadi. Kalau dari saya, saya kan harus jelaskan dulu proses
sehingga muncul jumlah tiket yang akan dicetak dan juga proses pelaporan tentang pajak hiburan. Soal stadion, Pak Mohammad juga sama
menjelaskan bahwa sistemnya sewa menyewa sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2016,” ungkap Tabri.

Baca Juga:  BPD: Kades Curah Jeruh Tak Transparan Soal Dana Covid-19

Lebih lanjut, Tabri juga menguraikan bahwa terkait tentang proses pelaksanaan pertandingan terdapat regulasi  dan manual pertandingan
yang ditetapkan oleh operator kompetisi. Penggunaan stadion dan pajak, tambahnya, selama ini Madura United FC tunduk pada
peraturan yang ada. Jika memang pemkab meyakini ada nya  kebocoran, tegasnya, LOC akan sangat berterimakasih jika pemkab melalui Dispenda mengirimkan cheker di pintu masuk sekaligus memeriksa apakah tiket  yang digunakan terporporasi atau tidak.

“Karena itu juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi LOC. Kami tentu akan sangat terbantu jika Dispenda membantu mengirimkan portir mengingat minimnya portir yang selama ini kami tugaskan. Zero kebocoran justru akan sangat bagus bagi kami,” urai Tabri.

Tabri menjelaskan, pihaknya menunda keberangkatan ke Bojonegoro untuk mendampingi pertandingan Madura United melawan tuan rumah Persibo Bojonegoro, semata-mata karena menghargai  kehendak LSM dan lebih-lebih menghargai undangan dari Komisi IV DPRD Pamekasan.

“Cuma saya kaget dinamika diskusinya seperti mau cek cok dan cenderung kurang memahami persoalan. Bagaimanapun semua proses pelaksanaan pertandingan sesuai dengan regulasi, baik regulasi dari sisi pemerintah daerah maupun regulasi dari sisi operator kompetisi. Jumlah tiket pertandingan yang akan dicetak pun wajib diumumkan maksimal H-2 karena menyangkut dengan alokasi penjualan untuk suporter tim tamu sebesar 5 persen,” pungkas Tabri.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: Aryudi A Razaq

 

WhatsApp chat