oleh

Desa Kesambi, Sentra Penghasil Harum Manis Khas Lamongan

MediaJatim.com, Lamongan – Salah satu jajanan yang digemari jelang lebaran adalah harum manis atau biasa dikenal dengan sebutan rambut nenek.

Panganan manis yang terbuat dari gula pasir dan tepung terigu ini seolah menjadi buruan wajib saat Idul Fitri. Di Lamongan, ada satu desa yang hampir semua warganya menjadi produsen harum manis.

Salah satu sentra produksi harum manis di Lamongan adalah Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Hampir 80 persen penduduk yang tinggal di daerah tersebut membuat harum manis.

“Caranya membuat harum manis agak susah, butuh keahlian khusus agar dapat menghasilkan tekstur harum manis yang enak,” kata Sulis salah satu pembuat Arum manis, Senin (27/4/2020).

Baca Juga:  Khofifah: Ibu Zaman Now Harus Siap Mengasuh Generasi Alfa

Selain mempunyai keahlian khusus, pembuat harum manis juga harus tahan panas. Sebab, gula sebagai bahan baku utama harus dimasak dengan suhu tinggi hingga mendidih. Setelah matang, gula tersebut kemudian dituang ke dalam loyang dan ditarik.

“Harus tahan panas mas, kalau adonan ini kering. Akan cepat mengeras dan tidak bisa kita bentuk seperti rambut,” ujarnya.

Harum manis ini buatan warga Kesambi ini, menurut Sulis bisa tahan selama tiga hingga empat bulan asalkan disimpan di dalam wadah yang kedap udara. Sebaliknya, jika diletakkan di udara terbuka, harum manis bisa berubah menjadi menggumpal.

Baca Juga:  Pemkab Lamongan Buka Dapur Umum untuk Suplai Makan Warga Terdampak Covid-19

“Anak-anak sangat suka sekali mas, biasa kalau lebaran harum manis yang dicari,” katanya.

Pemasaran harum manis asal Lamongan ini pun cukup mudah karena sudah dikenal di berbagai daerah. Memanfaatkan teknologi dirinya biasa memasarkan melalui media sosial.

Pembelinya hingga ke beberapa daerah, seperti, Jakarta, Bandung, Bali dan beberapa kota di Indonesia.

“Semoga wabah Covid-19, tidak mempengaruhi penjualan arum manis sebagai hidangan lebaran,” pungkasnya.

Reporter: Bisri

Redaktur: Zul