oleh

Kiai Moh. Ichsan Nawawi dan Kecintaannya kepada Ulama dan Auliya

Selain dikenal sebagai seorang ulama yang zuhud, KH. Moh. Ichsan Nawawi Sumber Manis Sumenep juga dikenal sebagai seorang yang sangat cinta terhadap ulama dan aulia.

Menurut Lora Mukhlash, putera sulung beliau, KH. Moh. Ichsan Nawawi ketika masih sehat memiliki jadwal rutin untuk sowan kepada ulama sepuh dan berziarah ke makam para aulia.

“Hampir tiap bulan, abah dan ummi itu berkunjung ke ulama sepuh dan berziarah ke makam aulia. Kadang ngajak saya,” tutur Ra Mukhlash.

Di antara yang sering dikunjungi oleh beliau almaghfurlah, adalah alm. Kyai Muhammad Gunung Sari Pamekasan, pesantren Temporejo, dan wali-wali madjdzub dan kasyaf.

Ada cerita unik dari perjumpaan KH. Moh. Ichsan Nawawi dan Kyai. Muhammad Gunung Sari Pamekasan.

“Suatu ketika, saya diajak abah sowan ke Kyai Muhammad Gunung Sari. Ketika sampai di dalem beliau, Abah dan Kyai Muhammad duduk berhadap-hadapan layaknya tamu dan tuan rumah. Namun yang aneh, tidak sepatah katapun keluar dari keduanya. Mereka sama-sama diam. Begitulah keanehan pertemuan mereka berdua dari waktu ke waktu. Ayah saya yang biasanya grapyak saat bertamu atau menemui tamu dan mudah tertawa terbahak-bahak, mendadak bungkam saat bertemu Kyai Muhammad. Begitu juga Kyai Muhammad, kedua hanya diam saja, Hahaha. Saya tidak tahu, apakah keduanya bercakap secara batin atau bagaimana, yang jelas pertemuan semacam itu kerap terjadi,” cerita Ra Mukhlash.

Baca Juga:  Mengkritisi HIMAKOM UMM; Kami Perjuangkan, Kau Renggut

“Ada cerita lain lagi. Satu saat saya diajak sowan ke seorang ulama di sekitaran Bondowoso-Jember. Saya lupa pastinya di mana. Begitu banyak tamu yang berkerumun di ruang tamu karena ulama ini terkenal dengan karomahnya. Saat masuk ke ruang tamu, ini anehnya, abah dan ummi disambut luar biasa layaknya seorang tokoh dan kyai masyhur atau pejabat. Kyai ini langsung mendoakan abah dan ummi di tengah kerumunan tamu lainnya. Do’anya memakai bahasa Madura. Bukan bahasa Arab. Di antaranya mendoakan abah dan ummi segera naik haji. Dan benar saja, tak lama setelah itu abah dan ummi berangkat ke tanah suci,” Kisah Ra Mukhlash.

Baca Juga:  Nabi Muhammad Sang Teladan Hidup

Banyak sekali kisah-kisah kecintaan KH. Moh. Ichsan Nawawi terhadap para ulama dan aulia yang patut dicontoh oleh para santri beliau dan masyarakat muslim pada umumnya.

Semoga kita kecipratan barokah dan karomah para ulama shaleh yang menjadi tonggak dan peneguh sendi-sendi kehidupan ini. Lahu wa lahum al fatihah.

*) Ditulis oleh Santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah Sumber Manis.