oleh

Mengamalkan Gaya Hidup Sehat tanpa Takut Karbohidrat

Judul : Mitos Jahat Karbohidrat
Penulis : dr. Toru Mizoguchi
Penerbit : Kaifa, Bandung
Cetakan : Pertama, 2018
Tebal : 172 Halaman
ISBN : 9786024021214

Menjaga kesehatan penting dilakukan oleh setiap orang agar kehidupan tetap berjalan normal karena, saat ini banyak orang sangat rentan terserang aneka penyakit karena perubahan gaya hidup. Seperti diketahui, saat ini, banyak makanan instan yang kerap dikonsumsi banyak orang, sementara dari segi kesehatan belum terjamin.

Karena itu, penting menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dan kaya nutrisi. Banyak makanan enak dan mahal, tapi ternyata tidak menjamin kesehatan. Sebaliknya, justru kesehatan terancam oleh berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, hipertensi, stroke, atau diabetes.

Toru Mizoguchi, dokter ortomolekuler (terapi nutrisi) lewat buku Mitos Jahat Karbohidrat, mengupas berbagai hal tentang makanan yang mengandung karbohidrat. Dokter Toru menjelaskan, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting. Namun, membatasi karbohidrat secara ketat bisa membuat kalori dalam tubuh berkurang drastis dan menurunkan kesehatan.

Lebih lanjut penulis menjelaskan, mengonsumsi terlalu banyak gula akan memperberat kerja organ mati dan membuatnya lelah sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Tidak hanya hati yang akan mengalami kelelahan, organ yang sangat penting—seperti pankreas yang mengeluarkan insulin dan kelenjar adrenal—juga akan mengalami kelelahan (hlm. 29).

Baca Juga:  Solusi Pengelolaan Hutang BUMN

Sebagaimana diketahui, makanan berkarbohidrat adalah makanan yang mengandung kadar gula, yang jika dikonsumsi secara berlebih akan menyebabkan seseorang obesitas dan rentan terkena penyakit diabetes. Karena itu, sedini mungkin harus benar-benar memperhatikan makanan, terutama jangan mengonsumsi makanan berkarbohidrat secara berlebih.

Menghindari karbohidrat juga berkaitan dengan perbaikan dan pencegahan berbagai macam penyakit pola hidup, misalnya kanker, alergi, dan demensia. Namun, apabila mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat berlebih, akan menimbulkan berbagai macam kerugian. Perlu juga diketahui bahwa sumber energi di sebagian besar tubuh bukan zat gula semata (hlm. 116).

Dokter Toru juga menjelaskan, menghindari gula dan menggunakan sumber energi pengganti zat gula merupakan pemikiran yang alami untuk meningkatkan level kesehatan. Menurutnya, ada banyak sumber energi selain glukosa: asam amino, asam lemak, dan lain-lain, tapi yang paling mendapat perhatian dewasa ini adalah badan keton. Glukosa ditransformasi dari karbohidrat, sedangkan badan keton ditransformasi dari lemak. Lebih mengutamakan lemak daripada karbohidrat akan menciptakan perubahan mekanisme pembuatan energi dari glukosa ke badan keton.

Memang, ada yang tidak dapat berhenti makan makanan manis dan sangat suka dengan nasi putih. Ini menunjukkan bahwa pada karbohidrat ada “sifat kecanduan”. Ada orang yang sudah makan nasi hingga perut kenyang, tapi ia masih ingin makan makanan manis di sela-sela waktunya.

Baca Juga:  Berwisata Sambil Membaca Naskah Tembang Kuno di Banyuwangi

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari ketergantungan atau kecanduan mengonsumi makanan sarat karbohidrat. Yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi karbohidrat secara bertahap sambil melihat kondisi tubuh. Diawali dengan menyingkirkan menu utama makan malam, dilanjutkan dengan menu utama pada makan siang, kemudian menu utama makan pagi.

Saat merasa ingin makan nasi putih di sela-sela waktu tersebut, makanlah nasi sedikit pada akhir waktu makan, yang biasa disebut gaya “kaiseki ryori”. Setelah itu makan sayuran, protein, dan lemak yang dapat menekan naiknya kadar gula darah yang diakibatkan karbohidrat. Untuk mengganti karbohidrat yang akan kita kurangi, hal yang paling penting adalah makan daging atau ikan dengan maksimal (hlm. 123).

Buku terbitan Qanita di bawah naungan Penerbit http://mizanpublishing.com ini secara lengkap menjelaskan tentang apa manfaat dan bahaya karbohidrat jika dikonsumsi secara berlebih. Buku ini sangat berguna bagi siapa saja yang selama ini menginginkan gaya hidup sehat dengan panduan yang baik langsung dari pakar kesehatan yang terangkum dalam buku 172 halaman ini. (*)

Peresensi: Untung Wahyudi, lulusan UIN Sunan Ampel, Surabaya