oleh

Kepala Desa Curah Jeruh Berulah Lagi, Kini Soal Proyek TPT

MediaJatim.com, Situbondo – Permasalahan di Desa Curah Jeruh, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo tidak pernah ada matinya. Kini menambah permasalahan baru.

Kepala Desa Curah Jeruh Sandi yang dinilai tidak pernah transparan dalam semua kegiatan desa, kembali berubah. Hal itu menimbulkan prasangka yang tidak baik dan membuat warga geram. Sekarang masalahnya bukan lagi hanya perihal Dana Penanggulangan Covid-19 saja, namun juga terkait pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang saat ini marak dibicarakan warga.

“Entahlah terkait semua permasalahan di desa, menurut saya Kepala Desa tidak pernah transparan atau tidak pernah terbuka, bukan hanya kepada warga melainkan juga kepada BPD Desa Curah Jeruh sendiri,” ungkap warga setempat Budi.

Baca Juga:  Jika Kasus Tekos Sosial Gagal Dimediasi, Ini Kata Kuasa Hukumnya

Anggota BPD Curah Jeruh Dwi mengungkapkan bahwa stempel BPD ada dua, yakni stempel BPD baru yang ada di Ketua BPD dan stempel BPD yang lama yang masih ada di Kepala Desa Curah Jeruh.

“Saya juga kebingungan desa ini memiliki dua stempel BPD, yakni stempel BPD yang baru berada di Ketua BPD sedangkan stempel yang lama dipegang Kepala Desa,” imbuhnya.

Ia berjanji akan segera meminta stempel tersebut kepada Kepala Desa Sandi, agar tidak digunakan dalam kepentingan yang salah.

“Kami akan cepat bertindak untuk meminta stempel tersebut, agar tidak digunakan dalam hal yang tidak diinginkan dan warga tidak berpikir negatif atas perihal itu,” kata Dwi.

Baca Juga:  Ketua Garnita Jember: Tersenyum Memberikan Rasa Sejuk

Dwi menyebutkan soal perihal proyek TPT belum ada konfirmasi dari Kepala Desa dan papan proyek baru saja dipasang. “Belum ada konfirmasi, jadi maaf saya belum tahu pasti yang saya tahu hanya papan anggaran yang baru saja dipasang, itu pun karena adanya warga Curah Jeruh mempertanyakannya,” tukasnya.

Kepala Desa Curah Jeruh Sandi memang terkenal sebagai Kepala Desa penuh kontroversial. Banyak rentetan kebijakan yang dilakukan Kades Sandi menabrak aturan yang ada. Bahkan kabar yang beredar, ia diduga memang kebal hukum dan sering mencatut nama Wakil Bupati Kabupaten Situbondo.

Reporter: Frengky

Redaktur: Zul