IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Ketua DPRD Sumenep: Upayakan Pesantren Menuju New Normal

Media Jatim

Mediajatim.com, Sumenep – Di tengah pandemi Covid-19, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berharap Pemerintah bisa segera mengupayakan agar Pondok Pesantren (Ponpes) bisa kembali beraktifitas dengan tatanan New Normal.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

“Setelah Idul Fitri, saya banyak menerima permintaan dari beberapa pengasuh Ponpes di Sumenep agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali dilakukan,” tutur Hamid Ali Munir, Ketua DPRD Sumenep, Kamis malam (28/05/2020).

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Permintaan ini, Lanjut Hamid, harus disikapi dengan serius. Pemerintah sayogyanya melakukan langkah konkret untuk menjamin para santri bisa kembali belajar.

“Misalnya berupa pemberian bantuan sarana dan prasana pesantren sesuai protokol kesehatan Covid-19 seperti bilik disenfektan, masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan obat-obatan.” Ujar Hamid secara rinci.

Hamid menambahkan, sangat mungkin pemerintah melakukan rapid test bagi santri dan pengajar sebelum pembukaan pesantren.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Di samping itu, Pemkab bisa mengupayakan sosialiasi dan edukasi. Sehingga berbagai sarana pesantren seperti ruangan belajar, kamar mandi, tempat wudhu, kamar santri, hingga masjid bisa memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga:  Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, Polres Pacitan Distribusikan 10 Ton Beras

“Saat ini, banyak sarana di pesantren yang kondisinya seadanya,” jelas Hamid dengan nada berat.

Dengan tegas Hamid berharap pemerintah dapat mengupayakan pembukaan kembali Pondok Pesantren di Sumenep. Demikian pula dengan alokasi anggaran untuk menunjang ketahanan ekonomi santri dan para pengajar yang diperlukan dalam memasuki New Normal.

“Jika pemerintah bisa mengupayakan itu segera, dan aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren bisa kembali lancar, insyaAllah pesantren akan tetap aman dari potensi penularan virus corona,” pungkasnya.

Reporter: NK

Redaktur: Sulaiman