oleh

Cabor Tarung Derajat Resmi Jadi Olahraga Santri di Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata

MediaJatim.com, Pamekasan – Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan sangat antusias melakukan pembinaan fisik dan mental santri untuk dijadikan Atlet Nasional bahkan Internasional di segala bidang cabang olahraga. Termasuk yang terbaru, yaitu melakukan peresmian Cabang Olahraga Bela Diri Tarung Derajat menjadi salah satu olahraga santri, Kamis malam (18/6/2020).

Bela diri Tarung Derajat ini merupakan bela diri asli Indonesia. Tarung Derajat seni bela diri khas suku Sunda yang diciptakan oleh Achmad Dradjat. Ia mengembangkan teknik melalui pengalamannya bertarung di jalanan pada tahun 1960-an di Bandung. Tarung Derajat secara resmi diakui sebagai olahraga nasional dan digunakan sebagai latihan bela diri dasar oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri.

“Di Pesantren Bata-bata ini selain diajarkan ilmu agama, santri turut diajarkan ilmu pengetahuan umum dan bela diri, salah satunya bela diri Tarung Derajat kepada santri. Tujuan utama santri di Ponpes diajarkan bela diri bukan untuk kesombongan, melainkan untuk melatih fisik, mental dan akhlak para santri,” kata Ketua Pengurus Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata Ustadz Imam Syafi’i.

Baca Juga:  Minggu ke-5, Eksan NasDem Care Libatkan Anak Yatim

Demonstrasi sekaligus Pembukaan Satlat Cabang Olahraga Tarung Derajat di Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata itu dihadiri ribuan santri, baik yang masih menempuh tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga santri yang sudah duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA), dan tak terkecuali hadir pula semua pengurus Pesantren.

Pengurus Tarung Derajat Pamekasan Akang Kusyairi menyebutkan, Cabor Tarung Derajat di Pamekasan merupakan cabor yang boleh dibilang masih baru, sehingga langkah-langkah untuk mengenalkan dan mencari bibit atlet Tarung Derajat harus dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga terutama dengan pondok-pondok pesantren yang ada di kabupaten Pamekasan.

“Kami tidak hanya bekerjasama dengan pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, melainkan juga dengan lembaga-lembaga lain yang ada di Kabupaten Pamekasan,” tegasnya.

Sementara itu, ketua KONI Kabupaten Pamekasan melalui Ketua BinPres KONI Pamekasan Akang Kuswadi yang menghadiri langsung acara demonstrasi di Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata, sangat mengapresiasi langkah-langkah pengurus Cabang Olahraga Tarung Derajat melakukan pembinaan hingga ke Pesantren-pesantren.

“Ini merupakan langkah yang luar biasa, saya meyakini Cabang Olahraga Tarung Derajat akan menjadi Cabor yang mempunyai atlet-atlet andal di Kabupaten Pamekasan nantinya, bahkan Cabor yang penuh dengan prestasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Santri  Al-Ibrahimi Ngamrih Barokah di Awal Muharram

Pihaknya juga menyampaikan terima kasiha atas sambutan yang luar biasa dari pengurus dan santri di Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata. “Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan dari KONI dan Cabor Tarung Derajat, pihak kami senang dan merasa bangga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Tarung Derajat dideklarasikan kelahirannya di Bandung pada 18 Juli 1972 oleh Achmad Dradjat yang biasa dipanggil Aa Boxer. “Box!” adalah salam persaudaraan di antara anggota Tarung Derajat. Tarung Derajat menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai “Boxer”. Praktisi Tarung Derajat disebut “Petarung”.

Sejak 1990-an, Tarung Derajat telah disempurnakan untuk olahraga. Pada tahun 1998, Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI. Sejak itu, Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olahraga Nasional. Keluarga Olahraga Tarung Derajat sekarang memiliki suborganisasi di 22 Provinsi di Indonesia. Setelah diperkenalkan pada 2011 SEA Games di Palembang.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Zul