oleh

NU Jember Bersatu, Keniscayaan yang Tak Bisa Ditawar

MediaJatim.com, Jember – Seruan agar NU bersatu dalam menghadapi Pilkada 2020, terus menggelinding. Kali ini datang dari Ketua Fastra Aji (Forum Silaturrahim Guru Ngaji) Kabupaten Jember, KH Fathullah. Menurutnya, jika NU ingin punya bupati maka kekompakan dan kebersamaan segenap elemen NU adalah suatu keniscayaan. Jika tidak, kemungkinan besar keinginan itu akan berujung pada kekecewaan.

“Ya kecewa, karena mungkin kalah. Kenapa, karena NU tidak bersatu,” jelasnya.

Kiai Fathullah menambahkan, kegagalan demi kegagalan yang mendera NU dalam ajang Pilkada selama ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi warga Nahdliyin dan pengurus NU. Pengurus NU, katanya, adalah pihak yang punya otoritas untuk menyatukan simpul-simpul NU dalam satu barisan untuk mendukung satu jago dan memenangkannya.

Baca Juga:  Politisi Tak Boleh Lupa Konstituen

“Jadi yang pantas berinisiatif dan memulai penggalangan satu suara, ya memang pengurus NU (PCNU). Sebab merekalah yang secara resmi diberi amanah oleh Nahdliyin untuk mengelola NU,” ucapnya.

Ia mengingatkan, saat ini sudah tak waktu untuk berdebat dan menonjolkan ego politik masing-masing tokoh. Yang diperlukan adalah kesepakatan untuk hanya mengusung satu calon bupati dari NU. Dengan demikian, diharapkan suara NU akan utuh untuk mendukung calon bupati yang telah disepakati.

“NU bersatu, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jika tidak, maka jangan pernah berharap NU punya bupati. Untuk itu, saya kira PCNU bisa memulai itu, harus punya inisiatif. Kalau PCNU yang memulai, insyaallah yang lain ikut,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pasang Banner Bacabup di Halaman Rumah, Oknum Perangkat Desa di Situbondo Dituding Tak Netral

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: A6