oleh

Salam Serampangan, Berharap PAD dari Penderitaan Orang Sakit

MEDIAJATIM.COM | Jember – Di tengah wabah Covid 19 yang tak kunjung berakhir, fungsi rumah sakit secara etis harus ditempatkan sebagai fasilitas yang berorientasi pada kemanusiaan, bukan kapitalisasi dan bisnis. Hal ini sepertinya kurang dipahami oleh Paslon Salam-Ifan saat keduanya diberi kesempatan unuk menyampaikan gagasannya dalam Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember Tahap I, Ahad (15/11/2020) malam.

Dalam kesempatan itu, Salam secara Serampangan menyampaikan bahwa salah satu penyumbang 50 % PAD (Pendapatan Asli Daerah) Jember itu adalah RSUD.

Seperti tidak ada alternatif lain saja, apa yang disampaikan oleh Salam ini justru membuat masyarakat sakit hati. Betapa tidak, uang dari orang-orang sakit yang membayar rumah sakit itu dinarasikan sebagai penghasil uang bagi pemerintah? Paradoks.

Baca Juga:  Dua Desa di Kecamatan Ledokombo Salurkan BLT-DD Sebelum Lebaran

Lucunya lagi, Salam-Ifan terlihat tidak kompak ketika bicara tentang kemiskinan. Ekspresi kaget Salam yang mendengar Ifan menggebu-gebu tidak setuju terhadap terminologi kemiskinan itu layak disebut sebagai aksi komedi Paslon tanpa persiapan.

Salam terlalu retoris membaca data, sementara Ifan tampil bak pujangga yang menebar drama kata-kata tanpa makna. Antitesis terhadap setiap jawaban dan sangkalan yang disampaikan. Sebenarnya bisa saja Salam-Ifan tampil apa adanya dengan menyampaikan data atau membaca materi yang disiapkan tim suksesnya tanpa ada tambahan drama apa-apa. Setidaknya hal itu akan bisa menyelamatkannya dari penilaian penonton yang menahan tawa sejak awal.

Baca Juga:  H Hendy: Semangat Sumpah Pemuda, Semangat Membangun Daerah

Reporter: Bob Suhermanto

Redaktur: Sulaiman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *