Jember Butuh Sosok Pemimpin yang Pas

Menurutnya, Jember merupakan kota santri. Jumlah pesantren di Jember sekitar 700. Bahkan sejak lama dari kota suwar-suwir ini lahir ulama-ulama ternama semisal KH Ahmad Siddiq, KH Mahfudz Siddiq, dan sebagainya. Sementara di sisi lain, secara demografis, penduduk Jember adalah bersuku Madura dan sebagian lagi suku Jawa.

Jember, Hutan yang Banyak Singanya

Hal tersebut bisa dimafhumi karena Jember menyimpan potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Pundi-pundi anggarannya juga fantastis, yakni sekitar Rp4 triliun. Ustadz Fachrur mengibaratkan Jember sebagai hutan dengan sekian banyak singanya.

Ustadz Fachrur, Sosok yang Low Profile, Sedikit Bicara Banyak Kerja

Menurut Ustadz Fachrur, dirinya mengalir saja dalam mengarungi kehidupan ini. Ia mengaku tidak punya target apa-apa dalam meniti karir. Semuanya berjalan apa adanya, karena ia adalah sosok yang polos, low profile. Bahwa usaha untuk meraih yang terbaik, memang harus dilakukan, tapi tidak perlu memasang target dengan mengedepankan ambisi.

Kiai Hafidi: Apa yang Dicapai Pesantren IBU Berkat Pertolongan Allah

Keyakinan Kiai Hafidi bukan tanpa alasan. Pesantren IBU berangkat dari nol. Tidak punya modal apa-apa selain hanya semangat dan keinginan yang besar dari Kiai Hafidi untuk membantu pendidikan masyarakat di sekitarnya yang tidak mampu. Namun dengan pengelolaan yang baik dan dilandasi semangat pantang menyerah, Pesantren IBU menjelma sebagai lembaga yang laik dibanggakan. Perkembangannya cukup fenomenal.

Pendamping Desa Kecamatan Ledokombo: Pemdes Harus Mandiri Membangun Desa

Diterangkan, dalam Permendagri 114 sudah jelas tupoksi dari masing-masing perangkat desa mulai dari perencanaan sampai pelaporan. Satu contoh, dalam penyusunan RKP Desa, harus ada tim penyusun, ada tim verifikasi dan semacamnya. Sekdes sebagai ketua tim penyusun, sekretaris dari unsur LPM, dan anggota dari kepala wilayah, kader, tokoh dan lain sebagainya.

Jangan Pernah Menyerah untuk Membuat NU Jaya

Menurut alumnus Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember itu, tidak ada yang membatah bahwa NU mempunyai kekuatan politik yang cukup dahsyat. Namun kekuatan itu tidak efektif karena tergerusnya kesadaran simpul-simpul NU untuk bersatu dalam mengusung satu jago NU. Karena tidak bersatu, maka jadi rapuh. Akhirnya NU hanya jadi penonton dari waktu ke waktu.

Gus Zen, Ibarat Beras Cukup Dilihat Bibitnya

Tidak ada yang aneh dengan jiwa ke-NU-an yang dimiliki Gus Zen. Sebab ibaratnya, untuk membuktikan beras jenis A itu enak dan punel, tak perlu sibuk mengadakan penelitian detail berapa persen kandungan serat, vitamin, mineral, dan karbohidratnya, tapi cukup melihat bibit yang ditanam di sawah. Kalau bibitnya bagus dan sudah dikenal luas oleh masyarakat terkait rasanya, bisa dipastikan nasinya enak.