Rayakan Harlah NU ke-98, Lesbumi Jember Potong Tumpeng dan Diskusi Budaya

MEDIAJATIM.COM | Jember – Ada banyak cara yang dilakukan oleh para kader Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka memperingati hari lahir NU yang ke-98. Mulai dari seruan pemasangan 98 ribu bendera, istighosah bersama, pemotongan tumpeng, hingga halaqah kebangsaan.

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Jember juga turut merayakan peringatan Hari Lahir NU yang Ke-98, Ahad (28/2/2021). Acara tersebut dikemas dalam Kenduri Budaya dan Pemotongan Tumpeng.

Kenduri Budaya yang diselenggarakan di Aula PCNU Jember tersebut mengusung tema “Sains, Sastra dan Pesantren”.

Ketua Lesbumi Jember Siswanto mengatakan, pemilihan tema berangkat dari dua buku sastra karya pengurus Lesbumi Jember yang baru terbit, yaitu Muhammad Lefand dan Fandrik Ahmad. Sama-sama mengusung tema kearifan lokal masyarakat Madura, ia menilai keduanya berhasil memotret budaya Madura secara utuh.

“Keberhasilan itu tak lepas dari sebuah pengalaman yang dirasakan oleh penulis. Di sinilah kemudian ada keterlibatan sains. Sains yang dimaksud bukan dalam arti sempit tentang penemuan-penemuan ilmiah. Pengalaman empirik juga bagian dari sains,” ujar Siswanto.

Baca Juga:  Peran Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Sebelum Kemerdekaan

Acara diawali dengan istighosah bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, lalu diskusi kebudayaan.

Pemantik diskusi diisi oleh Gus Robith Qoshidi, Lc, pengasuh Ponpes Nurul Islam, Antirogo, Jember,; Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd, Dosen sastra Universitas Jember; dan Ali Ibnu Anwar, penyair nasional. Turut pula menjadi narasumber Muhammad Lefand, pengarang kumpulan puisi Pesan Laut Kepada Perahu dan Fandrik Ahmad, pengarang kumpulan cerpen Lelaki Ketujuh. Kedua buku tersebut menjadi titik pijak kenduri budaya.

Reporter: F Ahmad

Redaktur: Zul

WhatsApp chat