Hari Ini, 37 Tahun yang Lalu PCNU Jember Resmi Mendirikan UIJ

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Hari ini, tanggal 14 September 1984, secara resmi Universitas Islam Jember (UIJ) didirikan. Inilah puncak dari cita-cita dan keinginan para kiai dan PCNU Jember Jawa Timur yang didukung oleh para cendekiawan Nahdaltul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Islam Indonesia (ISII). Namun berdirinya UIJ bukan akhir perjuangan, justru merupakan awal perjuangan. Sebab tidak mudah untuk menjaga eksistensi sebuah perguruan tinggi. Kenyatannya, tidak sedikit sekolah dan perguruan tinggi yang gulung tikar tergilas arus persaingan.

Berikut ini kisah pendirian dan perjalanan UIJ (bagian keempat)

Peresmian pembukaan UIJ cukup wah kala itu. Lekol Soepono selaku Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jember berkenan meresmikan UIJ di aula Serbaguna (sekarang aula PB Sudirman). Peresmian UIJ saat itu dilanjutkan dengan kuliah perdana oleh KH Achmad Siddiq di tempat yang sama.

UIJ resmi berdiri, bukan berarti PCNU Jember dan para kiai bisa berleha-leha. Mereka harus memutar otak untuk manjaga eksistensi UIJ, apalagi saat itu kegiatan perkuliahan masih digelar di kantor PCNU Jember di Jalan Semeru 5 (sekarang Jalan Wijayakusuma) dan numpang di aula Masjid Jamik Al-Baitul Amin.

Baca Juga:  Ifan: Bersyukur dan Berbagi, Kunci Kepuasan Jiwa

Maka dengan sekuat tenaga, akhirnya pembangunan gedung UIJ di Jalan Kiai Mojo Nomor 101, Jember rampung, sehingga kegiatan perkuliahan pindah ke situ. Dananya berasal dari urunan para kiai dan warga NU. Namun tentu saja itu tak cukup, sehingga PCNU Jember harus merelakan asetnya ‘dititipkan’ di Bank Budi Daya (BBD) Jember.

Seperti diakui oleh H Saiful Islam bahwa UIJ didirikan bermodalkan semangat dan tekad yang membara untuk memiliki perguruan tinggi khas NU, namun secara logistik kurang persiapan. Karena itu, setelah UIJ didirikan, mereka mesti berusaha keras untuk biaya operasional, memenuhi kelengkapan gedung dan sarana dan prasarana lainnya. Jalan keluarnya adalah PCNU Jember meminjam uang di BBD dengan jaminan sertifikat tanah yang ditempati Kantor PCNU Jember, terletak di seberang jalan Pendopo Wahyawibawagraha Jember. Itulah aset NU Jember satu-satunya.

“Kebiasaan di NU, yang penting ada dulu (UIJ dibangun dulu), soal ke depannya dipikir nanti. Maka akhirnya disepakati itu (meminjam uang di BBD) untuk pengembangan UIJ,” ungkap H Saiful Islam di kediamannya, Jenggawah, Jember, Ahad (12/9/2021).

H Saiful Islam adalah orang pertama yang menjadi Wakil Rektor II UIJ. Saat itu dia juga menjadi Sekretaris PCNU Jember. Sedangkan Ketua PCNU Jember adalah H Suwardi, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Dhofir Salam, dan Katib Syuriyah KH Sofyan Tsauri.

Baca Juga:  Ifan: Potensi Pertanian Jember Bagus, tapi Punya Problem Krusial

Setelah pinjam uang di bank, bukan berarti persoalan selesai. Sebab, PCNU harus membayar cicilan, dan ada batas waktu pengembalian dalam jangka tertentu. Sedangkan mengharap pendapatan dari mahasiswa juga bukan hal mudah. Sebab, biayanya memang dibikin murah agar dapat dijangkau oleh semua warga NU yang ekonominya lemah sekalipun. Selain itu, jumlah mahasiwa juga tidak signifikan.

Akhirnya, PCNU Jember benar-benar melepas asetnya itu untuk dijual kepada BBD (1985). Tentu uangnya tidak utuh, karena PCNU Jember harus membayar utang pokok dan cicilan kepada BBD. Setelah dipotong utang pokok dan cicilan, sisanya diberikan kepada PCNU Jember. Uang sisa itulah yang kemudian dibelikan tanah di Jalan Imam Bonjol (sekarang ditempati Kantor NU), sebagian lagi dibuat untuk pengembangan kampus UIJ yang terletak di Jalan Kiai Mojo Nomor 101, Kelurahan Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. (bersambung)

Reporter: Aryudi AR/Jasuli

Redaktur: Zul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat