IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Kaji Ulang Gerakan Santri-Aktivis, PMII Guluk-Guluk Terbitkan Buku Antologi

Media Jatim
PMII Guluk-Guluk
(Dok. Media Jatim) Ketua Komisariat PMII Guluk-Guluk Hidayatullah didampingi oleh para ketua rayon saat peluncuran buku antologi, Rabu (17/4/2023).

Sumenep, mediajatim.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Guluk-Guluk Sumenep terbitkan buku antologi di hari ulang tahun PMII pada 17 April 2023 lalu.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Ketua Komisariat PMII Guluk-Guluk Hidayatullah mengatakan, buku tersebut merupakan kado spesial untuk PMII yang sudah menginjak usia ke-63 tahun.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

“Mengingat, sejak dulu kami dikenal sebagai komisariat yang selalu melahirkan kader-kader penulis, maka untuk mempertahankan itu semua, saat ini kami terbitkan buku antologi ini,” ungkapnya pada mediajatim.com, Selasa (2/5/2023).

Buku tersebut, kata Dayat, hadir untuk menyegarkan gerakan PMII di masa depan, utamanya di Guluk-Guluk yang kadernya rata-rata menyandang identitas ganda, yakni santri dan aktivis.

“Seperti yang ditulis oleh Rifan Zaini, gerakan PMII di masa depan harus mencakup tiga hal, yakni penguasaan intelektual, penguasaan dunia digital dan punya keahlian profesional,” jelasnya.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Selain itu, Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Komisariat Guluk-Guluk Qariatul Hasanah menjelaskan, dalam buku antologi tersebut juga berisi tentang kajian emansipasi perempuan yang ditulis oleh kader-kader putri.

“Salah satunya tulisan Qismatun Ni’mah tentang kesetaraan perempuan dalam dunia digital saat ini,” tuturnya, Selasa (2/5/2023).

Baca Juga:  Menulis untuk "Melawan"

Selain karya tulis ilmiah, ujara perempuan yang akrab disapa Qari’ itu, buku tersebut juga memuat karya-karya sastra, seperti cerpen dan puisi.

Mengenai distribusi buku tersebut, ucap Qari’, pihaknya membagikan secara gratis kepada setiap kader PMII. “Bahkan kini sudah dapat diakses secara digital oleh siapa pun yang ingin membacanya,” tuturnya.

Atas terbitnya buku antologi ini, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Baijuri mengapresiasi atas karya kader-kader PMII Guluk-Guluk tersebut.

“Hal ini membuktikan bahwa mereka bisa mempertahankan tradisi keilmuan, pemikiran, dan gagasan melalui tulisan,” ujarnya, Selasa (2/5/2023).

Apa yang dilakukan oleh PMII Komisariat Guluk-Guluk ini, terang Baijuri, juga bagian dari cara mempertahankan tradisi membaca bagi kader-kader PMII.(mj11/faj)