Tragis! Oknum TNI AL Surabaya Bakar Istri dan Jasadnya Dibuang ke Selokan di Bangkalan

Media Jatim
Surabaya
(Dok. Sinpo.id) Ilustrasi korban pembunuhan.

Bangkalan, mediajatim.com — Sekitar pukul 07.00 WIB, warga di Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah sontak dikagetkan penemuan mayat.

Banner Iklan Media Jatim

Mayat itu seorang perempuan berkerudung bertubuh gemuk.

Saat ditemukan warga pada 28 April 2023 di sebuah selokan di pinggir jalan Desa Alang-Alang, bajunya hangus, dan, tubuh perempuan itu terbakar.

Warga tidak bisa menduga-duga. Apakah dia dibunuh atau bunuh diri. Apakah kecelakaan atau dicelakai. Identitasnya pun tidak seketika terungkap.

Namun, Kapolsek Tragah AKP Harifi Kohar menduga kuat perempuan tambun ini dibunuh oleh seseorang.

“Ini masuk dalam tindak pidana pembunuhan, melanggar Pasal 338 KUHP, kami akan dalami motif dan pelakuya,” tegas Harifi.

Tidak ada saksi mata di lokasi. Hanya si penemu mayat yang dimintai keterangan. Sebab itu, polisi mengaku butuh bukti dan waktu untuk mengungkap pelaku yang sungguh tidak punya hati itu.

Baca Juga:  Diduga Karena Buka Palang Proyek, Sopir Pikap di Bangkalan Dianiaya hingga Masuk Puskesmas

Hanya baju warna ungu motif batik, celana jeans hitam, anting-anting, masker putih dan kerudung biru tua yang ditemukan polisi menyertai tubuh korban.

Korban dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk divisum demi keperluan penyelidikan dan penyidikan.

Tidak berselang lama, yakni pada 2 Mei 2023, Polres Bangkalan mengungkap identitas korban dan sesuatu yang mengejutkan.

Mayat yang gosong itu memiliki nama dengan inisial P. Umurnya baru 35 tahun. Dia adalah istri dari oknum TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Surabaya.

P adalah warga Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. “Dia ibu rumah tangga, istri dari salah satu TNI AL di Surabaya,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono kepada wartawan.

Baca Juga:  Ikaraja-FIK Persiapkan Alumni UNIJA Jadi Tenaga Kesehatan di Arab Saudi

Dari hasil visum at repertum RSUD Syamrabu Bangkalan, lanjut Wiwit, ditemukan hasil bahwa P sempat dianiaya sebelum dibuang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di selokan Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah, Bangkalan.

“Ada bekas cekik di eher, entah itu pakai tali atau kawat, kemudian sekujur tubuh lebam dan luka bakar,” imbuhnya.

Masih kata Wiwit, P dibakar di lokasi berbeda dari TKP. Sebab, polisi tidak menemukan tanda-tanda atau bekas pembakaran di TKP.

“Sementara ini, terduga pelaku adalah suaminya sendiri,” bebernya, mengejutkan. Suami P berpangkat Kopral Dua (Kopda) berinisial A.

“Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Aangkatan Laut (Pomal) Surabaya, dugaannya karena ada masalah keluarga, korban dan pelaku sudah sembilan tahun menikah dan memiliki dua anak,” tutupnya.(hel/ky)