Antisipasi Virus LSD, Keluar Masuk Sapi di Bangkalan Harus Divaksin

Media Jatim
LSD
(Helmi Yahya/Media Jatim) Sapi milik peternak di Desa Gili Anyar, Kecamatan Kamal, Bangkalan saat berada di kandangnya, Jumat (26/5/2023).

Bangkalan, mediajatim.com — Keluar masuk sapi di Bangkalan kini diperketat. Sejak Senin (22/5/2023) kemarin, setiap sapi yang keluar masuk Bangkalan harus memiliki sertifikat vaksin Lumpy Skin Disease (LSD).

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Pengetatan ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pemantauan Pengawasan Peternakan (Petasan) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Bangkalan drh. Ali Makki mengatakan, pengiriman sapi dari luar daerah harus diantisipasi dari virus LSD atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Yang jelas, sapi dari luar Madura atau luar Bangkalan harus diperiksa. Seperti kiriman sapi dari Pamekasan, itu harus sudah divaksin, karena di sana ditemukan kasus LSD juga,” ungkapnya, Jumat (26/5/2023).

Baca Juga:  Lebih Setahun Kasus Penembakan di Sabung Ayam Bangkalan Masih “Gelap Gulita”, Polisi Akui Sulit Ungkap Pelaku

Pemeriksaan sapi, kata Ali, akan dilakukan di posko Satgas Petasan di Jalan Akses Suramadu Desa Petapan, Kecamatan Labang, Bangkalan.

“Kami akan periksa satu per satu, kalau sudah lengkap (memiliki sertifikat vaksin LSD, Red.), makan akan diizinkan melanjutkan pengiriman, kalau belum, akan kami minta lengkapi dulu,” terangnya.

Bahkan pihaknya juga akan memeriksa sapi-sapi di desa, melalui petugas kesehatan hewan.

Pemkab menginginkan, lanjut Ali, sapi yang masuk ke Bangkalan aman dari penyakit LSD dan PMK. Sebab, jika nanti ramai dan membuat masyarakat resah, khawatir akan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menurunkan harga sapi menjelang Iduladha.

Baca Juga:  Terbukti Aniaya Warganya, Sekdes Daleman Sampang Divonis 3 Bulan Bui dengan Masa Percobaan

“Gara-gara LSD, kasihan pedagang kalau nanti sampai tidak bisa mengirim sapi. Komitmen kami, melakukan pencegahan sejak dini,” tuturnya.

Ali mengakui bahwa sementara ini pihaknya hanya dapat melakukan langkah antisipasi dengan meminta peternak memvaksin sapi peliharaannya.

“Kami memang ada vaksinnya di kantor, sementara prioritasnya untuk para peternak yang akan mengirim atau menerima sapi dari luar Bangkalan,” pungkasnya.(hel/faj)