Peran Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Sehari-hari

Media Jatim
Peran Bahasa
Alfiani Syafarina

Bahasa memiliki peran yang sangat strategis dalam interaksi sosial. Karena itu, negara telah berkomitmen dengan sungguh-sungguh menjadikan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa dari Sabang sampai Marauke.

Bahkan, kita dapat mengenali seseorang melalui bahasa yang digunakannya. Bahasa mencerminkan kepribadian seseorang; karakter, watak, dan pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari ujaran bahasa yang ia ucapkan.

Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya yang berpendidikan dan berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencerminkan pribadi yang tidak berpendidikan dan tidak berbudi. Sebagaimana ungkapan dalam bahasa Indonesia, “Berbahasalah kamu, maka saya akan tahu siapa kamu”.

Kita mengenal bahasa sejak dari lingkungan keluarga, kemudian berlanjut ke lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sesungguhnya proses pengenalan bahasa tersebut dapat dikatakan sebagai lingkungan pendidikan bahasa.

Lingkungan pendidikan bahasa memiliki pengaruh yang besar dalam pendidikan anak. Proses pendidikan bahasa selalu berlangsung dalam lingkungan tertentu yang berhubungan dengan ruang dan waktu.

Oleh sebab itu, lingkungan pendidikan bahasa harus diciptakan seefektif dan semenarik mungkin, terlebih harus mampu memberikan kontribusi lebih untuk siswa.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah pelajaran yang wajib diajarkan mulai dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi. Bahasa dan Sastra Indonesia adalah satu-kesatuan yang dikemas dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Baddrut Tamam Dukung Pengajuan M Tabrani Bergelar Pahlawan Nasional

Dengan demikian, sesungguhnya pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dipandang sebagai salah satu unsur penting untuk dapat mewujudkan generasi bangsa terdidik yang berkarakter.

Bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

Dalam kehidupan berbangsa dan bemegara, bahasa berperan sangat penting. Oleh karena itu bahasa merupakan simbol yang dihasilkan oleh alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktivitas masyarakat menggunakan bahasa, baik berbahasa secara lisan maupun tulis dan bahasa tubuh.

Bahasa juga dapat diartikan sebagai sebuah simbol atau lambang bunyi yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarindividu. Masyarakat berinteraksi satu sama lain dan bersosialisasi menggunakan bahasa itu sehingga begitu pentinganya peranan bahasa dalam kehidupan bermasyarkat.

Seiring perkembangan zaman, bahasa terus berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan di bawah arus perkembangan pemakaian bahasa pada era globaliasi.

Pada lingkup kecil seperti keluarga dan masyarakat kita menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi, tetapi pada lingkup yang luas dan bersifat resmi kita menggunakan bahasa Indonesia. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks).

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Leluhur Madura, UKM Seni Nanggala UTM Gelar Diskusi dan Pertunjukan Macapat

Sunaryo dalam Kunarto (2007), mengatakan, tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) Ipteks tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).(*)

  • Referensi:
    Erwin. 2021. Peran Bahasa Indonesia dalam Pembentukan Karakter Bangsa, Jurnal Pendidikan Berkarakter 4(2),38-39.
  • Sugono, Dendy. 1999. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara.
  • Halim, Amran. 1979. Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

*Penulis bernama Alfiani Syafarina, lahir di Sumenep, 19 April 2003.

Respon (1)

Komentar ditutup.