Perempuan di Pamekasan Nyaris Bunuh Diri karena Tertipu Rp160 Juta dari Deposit, Like dan Follow di Telegram

Media Jatim
Penipuan Like
(Dok. Oppal.co.id) Ilustrasi interaksi via online.

Pamekasan, mediajatim.com – Tidak ada yang mengetahui pasti peristiwa apa yang akan menimpa hidup seseorang dalam beberapa waktu ke depan.

Apakah senang atau justru malang, tidak ada yang mampu mengira-ngiranya secara pasti. Itu semacam misteri.

Seperti apa yang menimpa warga Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Faiqatul Haqqiyah Zain (34), juga tidak terkira secara pasti sebelum akhirnya terjadi.

Uang milik perempuan yang akrab disapa Yaya itu, Rp160 juta, ludes dalam waktu hanya tiga hari. Dia terjebak penipuan bermodus kerja like dan follow di telegram.

Nasib malang Yaya bermula saat dirinya hampir setiap hari ditawari kerja secara online oleh akun telegram yang mengatasnamakan admin perusahaan bernama Lokina Internasional.

“Kerjanya mudah, hanya nge-like dan follow akun-akun di Tokopedia, saya lakukan sesuai perintah tugas, lalu hasilnya di-schrenshots dan dikirim ke akun admin,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Jumat (26/5/2023).

Selang beberapa saat setelah menyelesaikan tugas, pihak admin mengimbau semua anggota yang ikut kerja ini untuk segera mengirimkan biodata lengkap dari nama hingga user telegram.

“Tiba-tiba saya dimasukkan ke grup telegram kumpulan pekerja online dengan 300 anggota di dalamnya, dan di situlah ada namanya tugas tambahan di mana saya harus mendeposit sejumlah uang dulu,” bebernya.

Baca Juga:  Bapas Pamekasan Diduga Pungli Rp7 Juta untuk Persetujuan Keringanan Masa Tahanan

Yaya pun mendeposit dana Rp220 ribu, dan dia diarahkan untuk mengerjakan tugas tambahan sesuai perintah admin untuk mengeklik sejumlah link website.

“Sebab tugas-tugas yang saya selesaikan berhasil, maka uang Rp220 ribu yang didepositkan tadi naik menjadi Rp285 ribu, jadi ada hasil Rp60 ribu. Saya akhirnya deposit lagi Rp720 ribu, lalu untung lagi menjadi Rp920 ribu,” katanya.

Setelah itu, lanjut Yaya, dirinya tergiur untuk mencoba deposit dengan jumlah yang lebih besar, dari Rp2 juta, Rp28 juta, Rp12 juta hingga Rp53 juta, dan totalnya kurang lebih Rp160 juta dari hasil ngutang ke teman dan sanak familinya.

Uang di atas itu Yaya transfer sekurang-kurangnya ke lima rekening berbeda sesuai dengan petunjuk admin.

Yaya mengaku tergiur lantaran depositnya Rp720 ribu berhasil. Dia mencoba lagi dan lagi dengan harapan dan pikiran, bahwa saat depositnya semakin banyak, dia akan berhasil dan semua total uangnya kembali.

“Selepas deposit Rp720 ribu, saya merasa tugas yang telah saya selesaikan gagal terus, sehingga, harus deposit untuk mencairkan deposit yang tercatat di akun deposit itu, sebab merasa eman, ya, saya terus deposit hingga terakhir itu minta deposit Rp50 juta,” jelasnya.

Baca Juga:  Hingga Pekan Enam, 2 Tim Jawa Timur Beda Nasib

Namun Yaya akhirnya mencium sesuatu yang janggal. Sebab dirinya sudah mendeposit puluhan kali namun tetap saja gagal.

“Saya ingat itu, saya deposit Rp53 juta untuk mencairkan uang yang ada sebelumnya, namun, akhirnya gagal lagi, dan harus transfer lagi sebesar Rp50 juta, sedangkan uang pinjaman sudah ludes,” ceritanya.

Dia akhirnya semakin menyadari bahwa itu penipuan saat dirinya tidak punya tempat lagi untuk meminjam uang untuk deposit.

“Yang menyesakkan dada, saat ibu meminjam uang ke koperasi sebesar Rp60 juta untuk saya depositkan, saya sangat berdosa sekali. Ada uang teman yang mau bangun rumah saya pinjam, uang setoran gaji saya pinjam, saya khilaf saat itu,” tutur Yaya.

Atas peristiwa itu, kini dia merasa harus berpikir hal-hal positif yang konkrit dan masuk akal saja sebab ada utang yang harus segera dibayar, meskipun awalnya dia mengaku sangat terpuruk dan sempat terlintas untuk lebih baik mengakhiri hidup.

“Saya mohon maaf kepada keluarga, saudara, dan teman-teman yang secara tidak sengaja saya zalimi, dan semoga yang saya alami agar menjadi pembelajaran bagi yang lain,” pungkasnya.(rif/ky)