MTsN 2 Sumenep Gelar Pisah Kenang, Kepala Sekolah Minta 258 Lulusan Kejar Cita-Cita hingga Sukses

Media Jatim
MTsN 2 Sumenep
(Jony Suhartono/Media Jatim) Acara Pisah Kenang siswa kelas akhir MTs Negeri 2 Sumenep di Gedung Korpri pada Senin (12/6/2023).

Sumenep, mediajatim.com — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sumenep sukses menggelar acara Pisah Kenang siswa kelas akhir di Gedung Korpri, kabupaten setempat, Senin (12/6/2023).

Kepala MTsN 2 Sumenep Zaini Mukhsin menyampaikan, kegiatan ini sengaja diadakan setelah kelulusan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. atas lulusnya siswa kelas akhir.

“Alhamdulillah, dari jumlah 258 siswa kelas akhir, telah dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya, Senin (12/6/2023).

Zaini mengatakan, terdapat 20 siswa kelas akhir yang berprestasi baik akademik maupun non-akademik.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik siswa-siswi kelas akhir dengan baik. Semoga, pengabdian kalian dinilai ibadah oleh Allah Swt.,” ucapnya.

Baca Juga:  Operasional Penurunan Stunting DP3AKB Pamekasan Tembus Rp4 Miliar dalam 10 Bulan

Termasuk pula, lanjut Zaini, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk bersekolah di MTsN 2 Sumenep ini. “Kami sudah merawatnya dengan baik, meskipun masih terdapat kekurangan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Zaini berharap seluruh lulusan MTsN 2 Sumenep terus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan terus mengejar cita-citanya hingga sukses di masa yang akan datang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep Chaironi Hidayat dalam sambutannya, menekankan pendidikan akhlakul karimah kepada seluruh dewan guru MTsN 2 Sumenep agar senantiasa terus diajarkan kepada anak didiknya.

“Terdapat pepatah arab, kira-kira artinya seperti ini, akhlak itu mempunyai porsi 2/3 dari agama dan 1/3-nya adalah ibadah. Ini berarti bahwa akhlak harus di atas segala-galanya,” jelasnya, Senin (12/6/2023)

Baca Juga:  Korban Pikap Drumben Terguling di Waru Pamekasan: Satu Dislokasi dan Tiga Orang Gegar Otak!

Apalagi, kata Chaironi Hidayat, sekarang sudah era internet. Semua orang mengenal media sosial. Sehingga, seorang guru harus bisa membendung pengaruh negatif dari media sosial yang kini sudah menjadi kebutuhan pokok anak didik kita.

“Sementara tugas orang tua memberikan pengawasan yang sempurna kepada putra-putrinya, agar bisa mengantisipasi pengaruh negatif media sosial,” ucapnya.

Tugas kita semua, sambung Chaironi Hidayat, memastikan putra-putri dan anak didik kita tetap stabil dari kondisi media sosial yang telah menguasai pikiran mereka.(fa/faj)