Jadi Pemateri Diskusi AJS, AJI Surabaya Sentil Kebiasaan Wartawan Terima Sangu dari Narasumber

Media Jatim
AJI
(M. Arif/Media Jatim) Sekretaris AJI Surabaya Andre Yuris saat menjelaskan materi di Ballroom Hotel Pahlawan, Jalan Pahlawan, Sampang, Kamis (15/6/2023).

Sampang, mediajatim.com — Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar Serial Diskusi dengan tema “Jurnalis Bisa Apa?” di Ballroom Panglima, Jalan Panglima, Sampang, Kamis (15/6/2023).

Salah seorang narasumber dalam Serial Diskusi ini, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Andre Yuris.

Pada kesempatan tersebut, Andre Yuris memaparkan bahwa para jurnalis harus selalu menjunjung tinggi keberpihakan terhadap masyarakat yang tidak memiliki alat untuk menyuarakan hak-haknya.

“Lakukan tugas jurnalistik dengan baik. Jika itu dilakukan secara konsisten, maka akan membuahkan hasil bagi perusahaan media anda sendiri,” ungkapnya, Kamis (15/6/2023).

Menurutnya, media pers harus selalu dekat dengan masyarakat, menyuarakan apa yang menjadi keluh kesahnya terhadap program pemerintah. Sebab bisnis pers itu juga bisnis kepercayaan dengan dasar etika jurnalistik yang baik.

Baca Juga:  Imbas Tak Terima Ijazah Setelah Tiga Bulan Wisuda, Ratusan Mahasiswa Poltera Jadi Pengangguran

“Jika meliput tentang program, dan pemerintah mengatakan terealisasi dengan baik, maka kita juga harus mengonfirmasi masyarakat di bawah, apakah benar telah dirasakan manfaatnya,” paparnya.

Selain itu, kata Andre, juga penting setiap wartawan meninggalkan kebiasaan menerima sangu dari narasumber, agar marwah jurnalis tidak turun di mata publik.

“Kalau sudah menerima, maka berita kita akan gampang diintervensi, harus begini dan begitu, sehingga hilang profesionalitas di lapangan,” jelasnya.

Jika memungkinkan, lanjut Andre, setiap perusahaan pers memberikan ruang 30 atau 40 persen untuk memberitakan kepentingan dan kegelisahan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Lesbumi Jember Bedah Pemikiran Kiai Achmad Siddiq tentang Ideologi Pancasila

“Kalau dalam komunikasi, ada teori kedekatan. Jadi semakin dekat kita dengan masyarakat, maka kepercayaan mereka akan semakin baik, dan juga meningkatkan perusahaan pers ke depannya,” pungkasnya.

Diketahui, selain Andre Yuris, Serial Diskusi ini juga dihadiri oleh dua narasumber lainnya, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim Machmud Suhermono dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Wilayah Surabaya Lukman Rozak.(rif/faj)