Eks Kapus Luapkan Kekecewaan, Sebut Setoran Setiap Bulan ke Ajudan Bupati Pamekasan

Media Jatim
Kapus Pamekasan
(M. Arif/Media Jatim) Ilustrasi seseorang memberikan setoran.

Pamekasan, mediajatim.com — Salah seorang perempuan berinisial A meluapkan rasa kecewanya kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Kekecewaan itu dia tuangkan dalam sebuah pesan WhatsApp. Pesan yang dia tulis tersebut beredar Jumat (30/6/2023) malam.

“Saya sengaja tidak cari backing karena saya tahu Pak Bupati orang baik yang bisa menghargai kinerja, tidak ada jual beli jabatan, yang penting kinerja dan prestasi. Kerja hebat. Saya selalu dukung apa yang dibutuhkan. Termasuk saya selalu mengingatkan ke teman kapus (kepala puskesmas, red) setiap bulan apa yang setiap bulan kita berikan ke ajudan (inisial T, red) bapak,” terang A dalam pesan tersebut.

Pesan itu dia lontarkan lantaran kecewa dirinya diturunkan dari jabatannya sebagai kepala di salah satu puskesmas di Pamekasan.

“Saya tata puskesmas ini dengan baik. Tampak kelihatan sekarang bagaikan rumah sakit mini. Kinerjanya juga baik, disiplin pegawai sudah baik. Mungkin bapak sudah bisa lihat sendiri karena saya tahu bapak sering ke desa. Untuk itu, saya mohon evaluasi kekurangan kinerja saya yang tidak layak jadi kepala puskesmas di mana sehingga saya diganti di saat menjelang masa pensiun kurang 10 bulan, dan penggantinya tidak lebih baik dari saya. Adakah penghargaan buat orang yang sudah berprestasi?” kata A, masih dalam pesan tersebut.

Baca Juga:  Permintaan Susu Kambing di Pacitan Meningkat hingga di Atas 10%

Dikonfirmasi terkait hal itu, Ajudan Bupati Pamekasan, T, mengaku tidak menerima apa pun dari kepala puskesmas.

“Ini hoaks, saya tidak pernah menerima apa pun dari kepala puskesmas. Itu kemungkinan menebarkan isu karena digeser atau dipindahkan tidak sesuai dengan keinginan,” terangnya, Jumat (30/6/2023) malam.

Sementara Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memastikan hal tersebut tidak benar. “Di Pamekasan, kan, sering ada isu yang tujuannya membangun ketidakpercayaan pada pemimpinnya,” terangnya.

“Saya gak pernah bicara uang apalagi sogok ke siapa pun. Saya pastikan selama saya bupati, saya jamin tidak ada jual beli jabatan,” tegasnya.

Baca Juga:  Peringati Harlah, GP Ansor Kadur Santuni Anak Yatim

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, A membenarkan bahwa pesan yang beredar itu adalah tulisannya kepada Bupati Pamekasan. “Kalau dari data (pesan, red), kan, sudah jelas itu saya,” terangnya.

Ditanya terkait apa yang disetor ke ajudan bupati setiap bulannya, A mengaku hanya kesal. “Tidak ada setoran uang, saya hanya kesal karena saya sudah mau pensiun diganti,” terangnya.

“Iya memang kami tidak pernah setor uang kepada siapa pun. Dari mana kami dapat uang. Itu asal bunyi saja karena kesal,” pungkasnya.(rif/ky)

Respon (1)

  1. Pesan pada awak.media kalo belum jelas beritanya jangan segera memuat berita lah…itu gimana kalo sdh terlanjur tersebar tentang suap menyuap …apalagi menyangkut nama seorang Bupati….haduuhh…hati- hati dong …gmn kalo hal tsb menimpa diri anda sendiri

Komentar ditutup.