Masuk Tahap Studi Kelayakan, Indonesia Islamic Science Park di Bangkalan Akan Dibagi Empat Zona

Media Jatim
IISP Bangkalan
(Dok. Media Jatim) Gambar desain Indonesia Islamic Science Park (IISP) yang akan dibangun di pintu masuk Suramadu sisi Madura, di Desa Kesek, Kecamatan Labang, Bangkalan.

Bangkalan, mediajatim.com — Rencana Pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini masuk tahap feasibility study (FS) dan desain tata ruang.

IISP sendiri adalah salah satu proyek yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusilo).

Dalam master plan yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, IISP akan dibangun di atas tanah seluas 38,11 hektare di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Madura.

Ada empat zona yang akan dibangun di IISP, yakni Zona Masjid, Ekonomi Syariah, History of Madura, dan Science Park.

IISP ini akan menjadi satu-satunya wisata halal yang dikonsep dengan memaksimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai jantungnya.

Baca Juga:  Kemensos Apresiasi Komunitas India Sikh Dorong Darung Umum Mandiri di Sulteng

Pintu masuk IISP akan dibagi menjadi tiga titik yang semua titik ini bisa diakses langsung dari jalan utama.

Pintu masuk pertama di area masjid, kedua di area ekonomi syariah dan ketiga area history of Madura.

Di dalam area IISP akan ada miniatur ka’bah untuk manasik haji, masjid, Islamic museum, plaza, hilal observation, shopping, hotel and exhibition, kenpark, gallery, museum history of Madura, waterpark, karapan park, camping ground, kampung kuliner, apartemen dan pelabuhan wisata.

Selain itu, di tengah-tengah IISP akan ada danau yang didesain menjadi titik temu semua kegiatan di IISP, dan di tengah ini juga ada RTH yang sengaja dikonsep sebagai citra ramah lingkungan.

Kasi Infrastruktur dan Wilayah Bappeda Bangkalan Feilgie Suryaprana mengatakan, rencana pembangunan IISP dipastikan terus berlanjut.

Baca Juga:  Dukung Operasi Zebra Semeru 2023, Ketua DPRD Sumenep Ajak Warga Tertib Lalu Lintas

Jika sebelumnya masih fokus pada pembebasan lahan, sekarang, mulai dilakukan penyusunan studi kelayakan.

“Sekarang sedang penyusunan studi kelayakan oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS),” ungkapnya, Kamis (6/7/2023).

Dinas PUPR Bangkalan juga mengambil peran dalam penyusunan detail tata ruang IISP.

“Kami di Bappeda membuat Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk memastikan pembangunan IISP ini sudah terprogram,” tamhah Feilgie.

Terkait master plan IISP yang sudah dibeberkan Bappeda Jawa Timur, Feilgie mengaku belum menerima dan membahasnya secara resmi.

Dia mengaku masih menunggu undangan Focus Group Discussion (FGD) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Kami masih menunggu FGD dari Pemprov,” pungkasnya.(hel/ky)