GG, Grendel dan Sampoerna Belum Laporkan Pembelian, Disperindag Pamekasan: Serapan Tembakau Baru 2.400 Ton!

Media Jatim
Tembakau Pamekasan
(Ongky Arista UA/Media Jatim) Warga memegang tembakau terbungkus tikar di gudang milik P4TM di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Jumat (18/8/2023).

Pamekasan, mediajatim.com — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengatakan belum bisa menghitung total target serapan tembakau musim ini.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Hal itu disebabkan masih ada tiga dari tujuh perwakilan pabrikan yang belum mengajukan izin pembelian tembakau hingga 22 Agustus 2023.

Tiga perwakilan tersebut yakni Gudang Garam, Grendel dan Sadhana Arifnusa (Sampoerna, red).

Kabid Pengawasan dan Pembinaan Disperindag Pamekasan Firman Hidayat menjelaskan, Gudang Garam sudah mengajukan izin pembelian hari ini dan direncanakan besok sudah akan melakukan pembelian.

Sementara untuk Sadhana Arifnusa, kata Firman, sesuai pengajuan, terhitung hari ini akan membeli dan untuk Grendel belum ada pemberitahuan kapan akan melakukan pembelian.

Baca Juga:  Ada 12 Kasus Pelecehan dalam 6 Bulan, DPRD Sumenep Minta Dinsos Masifkan Penyadaran Moral

“Kami belum bisa menghitung target serapan tembakau tahun ini sebab masih ada tiga yang belum melakukan pembelian,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (23/8/2023).

Sementara jumlah serapan atau pembelian tembakau milik petani saat ini sudah tercatat 2.400 ton dengan perincian perwakilan perusahaan rokok nasional sekitar 1.261 ton dan pembelian pribadi kurang lebih 1.157 ton.

“Untuk harga rata-rata berkisar Rp68 ribu hingga Rp70 ribu, sedangkan yang harga terendah berkisar Rp43 ribu hingga Rp44 ribu, tergantung kualitasnya juga,” imbuhnya.

Firman berharap agar pihak perwakilan pabrikan bisa secara rutin memberikan laporan kepada Disperindag sehingga bisa diketahui perkembangannya.

Baca Juga:  GP Ansor Pamekasan: Sterilkan CPNS dari Paham Radikalisme!

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim menjelaskan bahwa di setiap gudang ada pemantaunya.

“Saya harap OPD terkait bisa memaksimalkan pemantau agar bisa mendorong pabrikan untuk melaporkan serapan tembakau secara berkala,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (23/8/2023).

Progres serapan tembakau tersebut, kata Ismail, akan menjadi rujukan dalam memantau perkembangan produksi pertanian tembakau petani.

“Saya harap para pabrik bisa melaporkan secara berkala, sehingga pemerintah bisa melihat perkembangan serapan tembakau ini,” pungkasnya.(rif/ky)