RSUD Smart Pamekasan Rilis 3 Penyakit Terbanyak Diderita Warga, Gagal Jantung di Peringkat Pertama

Media Jatim
Penyakit
(Rena Yunita J/Media Jatim) Para pasien sedang mengantre untuk periksa ke Poli Penyakit Dalam RSUD Smart Pamekasan, Jumat (19/4/2024).

Pamekasan, mediajatim.com — RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan merilis tiga penyakit kronis paling banyak diderita warga usai Idulfitri 2024.

Koordinator Humas RSUD Smart Pamekasan dr. Indri Widayanti menerangkan bahwa tiga penyakit terbanyak yang diderita warga itu, di urutan pertama gagal jantung, kemudian diabetes, terakhir gagal ginjal.

“Gagal jantung adalah penyakit kronis yang butuh pengobatan panjang dan kontrol secara teratur. Sehingga ketika poliklinik RSUD Smart membuka layanan pertamanya pascalebaran, banyak pasien jantung yang datang untuk kontrol,” tuturnya kepada mediajatim.com, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga:  Hipertensi Bisa Diatasi dengan Pola Makan Seimbang, Berikut Tips dari Ahli Gizi RSUD Smart Pamekasan

Sementara untuk diabetes, terang dr. Indri, ditandai dengan kadar gula, karbohidrat dan lemak yang tinggi.

“Terutama pada momen lebaran kemarin, banyak pasien diabetes tidak mengontrol pola makan dan pola hidup sehatnya. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung dan berlemak. Itu menjadi faktor meningkatnya jumlah pasien diabetes,” paparnya.

Kalau untuk gagal ginjal, lanjut dr. Indri, penyebabnya memang juga dipengaruhi pola hidup yang tidak sehat.

“Misal, karena pola makan yang tidak terkontrol sehingga menyebabkan asam uratnya tinggi dan mempengaruhi fungsi kerja ginjal. Selebihnya sama saja, seperti penyakit Bronkopneumonia yang biasa ditemui di momentum lebaran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Arus Balik Gratis Warga Kepulauan Dimulai, DPRD Sumenep Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan dr. Yosi Nugrahaini menambahkan, tidak semua penderita penyakit kronis tersebut datang ke rumah sakit karena keluhan atau gejala yang dirasakan.

Sebagian pasien ke RSUD, lanjut dr. Yosi, ada yang karena obatnya habis. “Kemarin yang lumayan sibuk itu poli penyakit dalam, informasinya sekitar 100 pasien lebih. Kalau poli jantung 100 pasien, kemudian disusul poli saraf,” tutupnya.(fit/faj)