IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Tolak Beberkan Capaian Retribusi UMKM, Diskop UKM dan Naker Pamekasan: Belum Sesuai Harapan!

Media Jatim
UMKM
(M. Arif/Media Jatim) Seorang pengendara sepeda listrik hendak masuk ke Sentra UMKM EX-PJKA Pamekasan, Jumat (17/5/2024).

Pamekasan, mediajatim.com — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan enggan membeberkan data pencapaian retribusi UMKM.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Saat dikonfirmasi mediajatim.com, Jumat (17/5/2024), Kepala Diskop UKM dam Naker Pamekasan Muttaqin tidak memberitahukan data pencapaian retribusi UMKM 2023.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

“Jangan dulu, progresnya masih belum sesuai harapan,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Jumat (17/5/2024).

Tidak hanya itu, pihaknya juga tidak merespon saat ditanya target retribusi UMKM Pamekasan 2023 via pesan WhatsApp.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail menduga Diskop UKM dan Naker tidak memiliki data rincian pelaku UMKM.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Mereka bukan tidak transparan soal retribusi pelaku UMKM, namun saya menduga mereka tidak punya detail (datanya, red.), hingga berantakan semuanya,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga:  Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Cuti Dua Bulan karena Jadi Petugas Haji 2023

Tidak adanya data UMKM, tutur Ismail, kemungkinan bisa membuat retribusi pelaku usaha justru tidak mencapai target.

“Padahal, kami selalu menyarankan mendata semua pelaku UMKM agar bisa memperkirakan target (retribusi, red.) yang rasional dan pengelolaannya mudah,” jelasnya.

Kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Pamekasan itu, administrasi pengelolaan retribusi UMKM itu penting. Karena apabila administrasinya berantakan, para pelaku usaha juga enggan membayar retribusi.

“Harusnya ada petugas khusus yang terjun ke bawah dan mendampingi mereka (pelaku UMKM, red.), sehingga diketahui kendalanya apa. Dengan cara seperti ini maka bisa ditemukan solusi konkretnya,” pungkasnya.(rif/faj)