Warga Sampang Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pemerintah Temukan Penjualan di Atas HET

Avatar photo
Tabung
(Dok. Media Jatim) Tampak tabung elpiji 3 kg di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Jumat (10/4/2026).

Sampang, mediajatim.com — Warga Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang Suilah mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga elpiji 3 kilogram (kg) sejak awal April 2026.

1_20260606_081049_0000
3_20260606_081050_0002
2_20260606_081050_0001

Dia mengaku belakangan ini kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Selain barang langka, kata dia harga elpiji juga mengalami kenaikan dari biasanya Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per tabung.

“Sekarang langka dan kami kesulitan untuk membeli elpiji. Harganya juga naik, padahal kebutuhan kami banyak,” keluhnya, Jumat (10/4/2026).

Menanggapi itu, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sampang Abdi Barri Salam membantah adanya kelangkaan secara umum.

Baca Juga:  Dinkes Minta Semua OPD Ambil Peran untuk Menekan Angka Penderita Stunting di Bangkalan

Menurutnya, persepsi kelangkaan di masyarakat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dalam beberapa bulan terakhir, serta adanya isu berkurangnya kuota BBM dan elpiji yang dikaitkan dengan situasi perang di Timur Tengah.

“Setelah kami lakukan investigasi, ternyata ada sejumlah pangkalan yang memanfaatkan isu ini untuk mengambil keuntungan,” katanya.

aMAYzing STAYcation_20260425_170342_0000
Fantastic 4_20260425_165533_0001
Garden Choco_20260425_165533_0002
Rockman Blue_20260425_165533_0003

Barri mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa pangkalan yang menjual elpiji 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan mencapai Rp23 ribu per tabung. Kondisi tersebut, kata Barri, berdampak pada harga di tingkat pengecer yang ikut naik.

Baca Juga:  Dapat Kucuran DBHCHT Rp4,1 M, RSUD Moh Anwar Sumenep Lengkapi Sarana Pelayanan Kesehatan

“Kalau pangkalan sudah menaikkan harga, otomatis pedagang eceran juga menambah biaya. Akhirnya harga di masyarakat semakin tinggi,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, Pemkab Sampang telah melaporkan ke manajemen Pertamina Patra Niaga untuk segera menindak pangkalan yang melanggar ketentuan.

Dalam dua pekan ke depan, pihaknya akan terus melakukan investigasi ke sejumlah pangkalan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan harga.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan dan kenaikan harga. Pemerintah daerah juga telah meminta Pertamina Patra Niaga untuk menambah kuota elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus meninjau ke lapangan. Jika terbukti melanggar, akan kami beri peringatan hingga kemungkinan pencabutan izin usaha,” tegasnya.(wan/jun)