Rekrutmen Ulang SPPG di Besuki Situbondo Diprotes, Calon Relawan Lama Merasa Dipermainkan

Avatar photo
SPPG
(Lukman N/Media Jatim) DPRD Situbondo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Koorwil BGN setempat, Yayasan Indonesia Subur Makmur dan sejumlah pendaftar relawan SPPG Besuki tahap pertama di kantor dewan setempat, Senin (20/4/2026).

Situbondo, mediajatim.com — Rekrutmen relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo menuai sorotan sejak Jumat (17/4/2026) kemarin.

IMG-20260410-WA0008

Dapur MBG tersebut menuai sorotan karena usai membuka pendaftaran relawan pada Februari 2026 lalu, Yayasan Indonesia Subur Makmur–sebagai pihak pengelola SPPG–kembali open recruitment relawan baru pada 16 hingga 22 April 2026.

Padahal, pada pendaftaran tahap pertama, sudah ada 47 orang yang mendaftar. Para pendaftar tersebut juga telah mengikuti semua tahapan yang ditetapkan oleh pengelola SPPG.

Merasa dipermainkan oleh pihak pengelola dapur, calon relawan yang telah mendaftar pada rekrutmen tahap pertama melakukan protes dan mengadu ke DPRD Situbondo, Senin (20/4/2026).

Salah seorang calon relawan yang mendaftar di rekrutmen pertama, Musrifa berharap DPRD memberikan solusi bagi 47 orang yang telah ikut open recruitment tahap pertama.

“Sejak Bulan Puasa kemarin, kami melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari membersihkan peralatan hingga menyiapkan kebutuhan dapur tanpa gaji sedikit pun. Kami banting tulang hanya untuk dapat pekerjaan,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Baca Juga:  Locate a Bride Out of a Foreign Area Through Mail Order Brides to be Websites

Kata Musrifa, dirinya bersama puluhan calon relawan lainnya telah mengikuti semua tahapan, namun yayasan pengelola dapur tiba-tiba membuka rekrutmen ulang tanpa alasan yang jelas.

“Kami sudah ikuti tahapan dan sudah bantu dapur dari awal, tiba-tiba ada rekrutmen ulang, ya itu jelas mau mempermainkan kami. Kami tidak akan diam dan kami adukan ke DPRD,” jelasnya.

Herb Chicken Roulade with Pandan Coconut Rice
KTP Madura
Royal Taro Velvet
Vanilla & Cheese Cake With Strawberry Ice Cream

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo Muhammad Faisol mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya mencari solusi terbaik tanpa harus mengorbankan 47 orang pendaftar relawan.

“Rekrutmen yang awalnya dianggap tidak memenuhi administrasi, nanti akan ada rekrutmen ulang tapi 47 orang pendaftar harus diprioritaskan,” bebernya, Senin (20/4/2026).

Politisi PPP itu juga menekankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) setempat dan yayasan pengelola SPPG agar memprioritaskan relawan pendaftar pertama.

Baca Juga:  Ledakan di Bekas Warung Rujak Pamekasan Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Lab Polda! 

“Sudah disepakati oleh yayasan dan BGN bahwa nanti akan rekrutmen ulang sesuai administrasi dengan catatan tidak mengorbankan 47 orang,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Situbondo Muhammad Haikal Rizky Fajrial menuturkan bahwa pihaknya akan mengupayakan 47 relawan yang mendaftar di open recruitment pertama untuk terserap di SPPG Besuki.

“Kami sudah menyampaikan kepada perwakilan yayasan untuk mengutamakan 47 orang ini. Pendataan ini akan kami simpan untuk diutamakan,” tuturnya, Senin (20/4/2026).

Apabila nanti ada yang melanggar kesepakatan, lanjut Haikal, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas.

“Jika terbukti nanti ada relawan yang langgar etika ataupun norma, tidak akan ada SP, tapi langsung surat pemberhentian. Kami langsung ganti,” lanjutnya.

Terpisah, perwakilan Yayasan Indonesia Subur Makmur berkomitmen untuk menindaklanjuti persoalan ini sesuai kesepakatan di DPRD.

“Kami tindaklanjuti sesuai kesepakatan tadi di DPRD. Namun yang pasti, sesuai dengan aturan yang berlaku,” singkatnya.(luk/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *