oleh

Pemuda Banyuwangi Diduga Tewas Usai Tenggak Arak

MediaJatim.com, Banyuwangi – Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum Hendra Bayu (24), pemuda Lingkungan Porong Rt 1 Rw 2 Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka tak menyangka putranya tersebut meninggal dunia usai menenggak miras jenis arak.

Sugeng, ayah kandung almarhum mengkisahkan, sebelum meninggal dunia, Minggu (15/4)  almarhum anaknya tersebut diajak rekan-rekannya menggelar pesta miras di Perkebunan Kalibendo, Kecamatan Licin.

Setelah itu, sore harinya almarhum pulang ke rumahnya dengan kondisi muntah-muntah dan bau arak dari mulutnya. Dia langsung masuk ke kamarnya. Karena lama tak keluar, Sugeng mulai hawatir, kemudian mengetuk pintu kamar putranya tersebut.

Saat ditanya, almarhum mengeluh sakit perut dan pusing. Bahkan mata almarhum kabur tak dapat melihat. Dari keluhan itu kemudian Sugeng bertanya kepada anaknya apa penyebab sakit itu. Almarhum menjawab, dia habis minum arak bersama rekan-rekannya.

Baca Juga:  Kogama: Pecat Tito Karnavian atau Jokowi Mundur

Tak percaya hanya arak saja yang diminum lantaran kondisi almarhum mabuk berat, kemudian Sugeng bertanya lagi, ternyata almarhum mengaku meminum arak yang dioplos.

Saat itu juga Sugeng langsung mencari kelapa muda untuk diminumkan ke putranya untuk menetralisir sisa miras yang sudah diminum putranya tersebut. Karena sakit almarhum tak kunjung sembuh, Senin (16/4), putra sulungnya itu di rujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi.

“Waktu saya tanya itu, dari mulut anak saya bau arak. Karena saya hawatir, esok harinya saya rujuk ke RSUD Blambangan untuk berobat,” jelas Sugeng, Kamis (19/4), ke sejumlah media.

Baca Juga:  Yatama Camp III 2019 Ponpes Anwarul Qur’an Ajarkan Wawasan Keagamaan, Kemasyarakatan dan Kenegaraan

Setelah di RSUD Blambangan, almarhum mendapat perawatan intensif. Tak lama kemudian, almarhum mengalami kejang – kejang tiada henti dan berakhir meninggal dunia di RSUD milik pemerintah tersebut, Selasa (17/4). Usai disucikan, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lingkungan setempat.

Ibu Hendra Bayu masih sangat terpukul. Itu terlihat ketika Kamis (19/4), dia menyempatkan melihat makam anaknya. Tak kuasa sang ibu meneteskan air mata sambil berdoa.

Sementara itu, Dr Taufiq Diriktur RSUD Blambangan mengatakan, belum bisa memastikan penyebab kematian pasiennya tersebut, lantaran pihak keluarga tidak berkenan jika almarhum dilakukan otopsi.

“Kami tidak bisa menyimpulkan. Yang jelas keracunan,” jelas Dr Taufiq ke sejumlah media, Kamis (19/4).

Reporter: Yudi Irawan

Redaktur: Sulaiman

Redaktur: Sulaiman