Warga Terus Hadang Kendaraan Logistik Tambang Emas Tumpangpitu

  • Bagikan

MediaJatim.com, Banyuwangi – Laju 7 kendaraan logistik yang keluar dari area tambang emas Tumpangpitu, Rabu (9/1) malam sekitar Pukul 22.58 WIB, kembali diblokade warga di pertigaan jalan utama Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Kendaraan jenis truck tronton yang keluar dari tambang tersebut balik arah ke area tambang emas, karena surat rekomendasi penggunaan jalan terbaru masih belum ditunjukan kepada warga oleh petugas objek vital tambang emas Tumpangpitu.

“Warga tak menghendaki lewat. Jadi 7 kendaraan ini balik ke tambang. Kami tak memaksakan dan menghindari bentrok fisik,” jelas Kompol Mustakim Kepala Harian Objek Vital Nasional Tambang Emas Tumpangpitu.

Menurutnya, surat rekomendasi itu sebenarnya akan ditunjukan ke warga, Rabu (9/1) pagi. Namun warga tak ada yang datang. Dan surat itu rencananya akan ditunjukan Senin depan.

“Tadi sebenarnya mau ditunjukan di kecamatan. Tapi warga ndak ada yang datang. Senin depan, surat rekomendasi itu akan ditunjukan ke warga,” terangnya

Baca Juga:  Pecinta Musik Kecamatan Muncar Santuni Yatim Piatu

Kompol Mustakim menambahkan, dampak dari aksi blokade ini sangat mepengaruhi produksi tambang emas di Tumpangpitu.

“Sangat pengaruh, karena truck logistik ini mengangkut semen dan BBM,” pungkas Kompol Mustakim.

Sementara itu, Budi (41) salah satu warga pemblokade kendaraan logistik mengatakan, aksi ini akan terus dilakukan sampai surat rekomendasi itu ditunjukan ke warga.

“Surat rekomendasinya sudah kadaluarsa sejak 31 Desember 2108. Untuk yang tahun ini masih belum ditunjukan ke warga. Selama surat itu belum bisa ditunjukan, kami akan terus lakukan aksi ini,” jelasnya.

Menurtnya, dampak dari kendaraan berat yang beroperasi setiap malam di jalur utama tersebut sangat meresahkan warga. Dampak lain juga mengakibatkan kerusakan jalan.

Baca Juga:  Sambut HPN 2020, PWI Jatim Sambangi Wartawan Senior

“Ya pernah diperbaiki, tapi tak sesuai yang diharapkan warga. Aksi ini akan terus kita gelar sampai surat itu bisa ditunjukan ke warga,” ucap Budi.

Terkait rencana akan ditunjukannya surat rekomendasi itu, Yus (38) warga yang juga ikut meblokade kedaraan tambang mengatakan, tidak akan mau lagi dijanjikan. Karena, sebelumnya warga juga sudah dijanjikan namun pihak terkait tidak menepati janji tersebut. Terkadang, pemberitahuan akan ditunjukan diinformasikan secara mendadak.

“Kami sudah tidak mau lagi. Karena janji itu tak pernah ditepati,” pungkas Yus.

Pantauan Mediajatim.com akibat aksi blokade kendaraan logistik tersebut, 7 kendaraan serupa yang mulanya parkir di sekitaran SPBU Jajag, Kecamatan Gambiran, pindah parkir ke wilayah Desa Wonosobo Kecamatan Srono, karena diduga tak bisa masuk ke area tambang emas Tumpangpitu.

 

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat