oleh

Kades Paowan: Saya Tidak Pernah Mengatakan Hoaks

MediaJatim.com, Situbondo – Terkait pernyataan Kepala Desa (Kades) Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Saiful Hadi S.Pd. di salah satu media online Kamis (28/5/2020), tentang ungkapan berita hoaks terkait postingan inisial AD di grup media sosial Facebook, disikapi serius. Kades Saiful Hadi menuturkan, dia tidak pernah mengatakan hoax.

“Saya tidak pernah mengatakan berita itu hoax, apalagi sampai mengancam untuk menghapus postingan tersebut dan melaporkan atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik melalui elektronik/UU ITE,” tegas Saiful Hadi.

Kepala Desa Paowan itu hanya menyarankan jika sebaiknya permasalahan terkait warganya Misnatun di KP. Paowan RT 04 RW 01 bisa dimusyawarahkan secara kekeluargaan oleh akun Facebook Agus Dwi, apalagi pemosting tersebut adalah warga asli Desa Paowan, Kecamatan Panarukan.

“Sebaiknya musyawarah langsung di balai desa, agar tidak menimbulkan opini publik yang disalahgunakan. Saya hanya mengatakan kepada media online bahwasanya pernyataan saya sesuai dari konfirmasi dari Kepala Dusun (Kadus) KP. Paowan Jon, kalau yang ditempati saudara Misnatun itu bukan rumah melainkan dapur. Akan tetapi, saya belum turun langsung hanya sesuai pernyataan Kepala Dusun, kalau pihak media beropini lain itu saya tidak tahu,” ungkap Kepala Desa Paowan, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga:  Polres Sumenep Tidak Mau Disalahkan Soal Kasus Penembakan di Talango

Sedangkan di tempat yang sama Kepala Dusun Kp. Paowan Jon membenarkan tempat yang ditempati Misnatun adalah dapur berdasarkan pengakuan RT.

“Sesuai pengakuan RT setempat, itu adalah dapur, karena tidak ditempati maupun tidak ada alas tempat tidur di dalamnya. Jadi, kita katagorikan dapur meski akhirnya yang dikatakan warga dan Misnatun itu adalah rumah,” kata Jon.

Kepala Dusun juga menerangkan, kediaman Misnatun sudah sering difoto sejak kepemimpinan mantan kepala desa sebelum Kades Saiful Hadi. Akan tetapi, tidak bisa diajukan bantuan karena dinilai dapur, bukan rumah.

Baca Juga:  Tanah Perhutani Diserobot, Program RHL Terancam Gagal Total

“Sudah sering difoto, hanya tidak memenuhi unsur karena kediamannya bukan rumah, melainkan dapur,” paparnya.

Di ruangan yang sama, Misnatun menegaskan bahwa tempat itu bukanlah dapur, melainkan rumah. Ia juga menjelaskan, tempat itu sudah lama tidak ditempati karena atapnya rusak dan takut rumah tersebut roboh.

“Itu bukan dapur tapi rumah. Jadi, saya tidak tidur di sana karena takut roboh. Jadi, saya tinggal di rumah anak saya yang sudah berkeluarga, di samping rumah saya yang mau roboh,” tukasnya.

Ia juga menyampaikan, rumahnya saat ini diperbaiki bukan karena dana pribadi, melainkan bantuan dari warga setempat yang memberikan secara patungan.

“Rumah saya memang diperbaiki, tapi bukan dari modal saya sendiri, melainkan bantuan dari tetangga-tetangga dengan cara patungan seperti semen, pasir serta tukang pun dilakukan dengan cara gotong-royong,” imbuhnya.

Reporter: Frengky

Redaktur: Zul