oleh

Mahasiswa IAIN Madura Ini Gugat Feminisme Lewat Buku

MEDIAJATIM.COM, Pamekasan – Berangkat dari kegelisahan sebagai perempuan yang cenderung dipandang sebelah mata, Uswatun Hasanah, mahasiswa IAIN Madura mencoba untuk membongkar makna dari feminisme lewat naskah buku berjudul ‘Menggugat Feminisme’.

“Bagi saya, pembahasan soal perempuan dan ideologi feminis sangat sexy untuk dibahas karena hal itu menyangkut kemanusiaan. Tetapi saya memilih untuk mengambil sudut pandang berbeda. Menulis apa yang menjadi kegelisahan saya dan sering disalahpahami oleh banyak orang,” katanya kepada Media Jatim, Selasa (22/9/2020) pagi.

Buku dengan kombinasi warna putih, oranye dan cokelat itu diterbitkan oleh Halaman Indonesia. Dengan tebal 92 halaman dan ber-ISBN 9786020848655.

Uunk, begitu disapa, bercerita, tertarik fokus menulis juga memulai menulis buku itu sejak dirinya mendapat penghargaan sebagai Best Speaker pada ajang debat pendidikan nasional di Jakarta 2019 lalu.

Menurutnya, feminisme bisa saja muncul dari barat. Meski demikian, ini ideologi, bukan sebuah produk. Artinya, lanjut Uunk, begitu disapa, nilai dari ideologi ini bisa kita tanamkan juga dengan mereaktualisasi dan menyesuaikan dengan kultur kita. Kata Uunk, menyesuaikan dengan apa-apa yang bagi kita (perempuan) sudah baik, namun perlu diubah lebih baik lagi.

Baca Juga:  IAIN Madura Launching Sekretariat ISO

“Saya berharap orang-orang yang membaca karya saya bisa membaca kembali dunia manusia yang kita tinggali. Mulai berpikir bahwa tidak hanya soal gerakan, soal kepercayaan, nilai, ucapan dan tindakan harus adil bahkan meski kita masih dini,” ujar mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) tersebut.

Moh. Atiqullah, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Madura mengapresiasi karya Uunk tersebut. “Ini perlu ditiru oleh mahasiswa yang lain. Saya tahu kompetensi Adik Uswatun ini. Semoga barokah,” tuturnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2020).

Moh. Atiqurrahman, Ketua Keluarga Alumni (KAMI) MPI menyampaikan, bangga dan turut mengapresiasi karya Uunk. “Saya selaku ketua KAMI MPI (Keluarga Alumni) turut bangga dan mengapresiasi terhadap saudara kita yang sudah menerbitkan buku menggugat feminisme,” kata Presiden Mahasiswa IAIN Madura 2017-2018 itu.

Baca Juga:  Kapolres dan Dandim Jakarta Pusat Gelar Silaturahmi Kamtibmas dengan Warga Papua

Karena dengan lahirnya buku tersebut, kata Atiq, bisa mewakili kaum wanita untuk menuju perubahan sehingga menjadi patron buat adik-adiknya ke depan.

Ismail, Ketua Ikatan Alumni (IKA) IAIN Madura turut memberikan komentar apresiasi tentang Uunk ini. “Saya sangat mengapresiasi sekali terhadap mahasiswa yang menerbitan buku. Termasuk Adik Uswatun Hasanah ini,” tuturnya, Selasa (22/9/2020).

Dia sangat bangga jika ada mahasiswa berkarya seperti Uunk dan harus ditiru oleh mahasiswa yang lain. Bagi Ismail, sudah seharusnya mahasiswa bisa produktif. Apalagi bisa menulis kemudian mengarang buku.

“Menjadi mahasiswa bisa menulis itu sangat luar biasa begitu. Semoga menginspirasi yang lain,” harapnya.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul