oleh

Cak Muslim: Muscab IAA Tidak Ada Kepentingan Politik

MEDIAJATIM.COM | Jember – Musyawarah Cabang (muscab) IAA eks Karesidenan Besuki yang berlangsung di Hotel Aston pada hari Ahad (11/10) menimbulkan spekulasi adanya kepentingan politik menjelang pilkada serentak 2020 di Kabuaten Jember. Hal itu menjadi maklum mengingat jejak sejarah bahwa IAA pernah mengantarkan mantan ketuanya, yakni Drs. KH. Muqit Arief menjadi Wakil Bupati Jember.

Muhammad Muslim, Ketua IAA eks Karesidenan Besuki menegaskan bahwa acara muscab sama sekali tidak ada kepentingan politik apapun, apalagi mengarahkan para alumni mendukung salah satu pasangan calon.

“Di sini saya tegaskan bahwa muscab tidak ada kepentingan politik. Cukuplah 5 tahun lalu kami (IAA) masuk gelanggang. Kami tidak mau sakit hati untuk yang kedua kalinya dengan janji-janji politik yang tidak ditepati,” ungkapnya saat sambutan.

Diakuinya, sebelum acara muscab, beberapa tim sukses dari pasangan calon bupati dan wakil bupati datang menemuinya. Meminta izin untuk turut berpartisipasi, baik sekadar menyumbang dana, menemui masyayikh, sampai melobi-lobi untuk meminta panggung.

Baca Juga:  Kiai Muqit, Faida, dan Politik Santri

“IAA itu seksi, banyak yang jatuh hati. Kenapa saya katakan seksi? Karena alumninya solid. Satu komando,” tukas pria yang akrab disapa Cak Muslim itu.

Apa yang dikatakan berdasarkan sebuah hasil lembaga survey. IAA sebenarnya menempati urutan ketiga dari jumlah alumni pondok pesantren di Kabupaten Jember. Urutan pertama ditempati oleh ponpes Nurul Jadid, Probolinggo. Urutan kedua ada alumni ponpes Salafiah Safi’iyah Sukorejo, Situbondo. Baru di urutan ketiga ada Alumni ponpes Annuqayah, Sumenep.

“Alumni Nurul Jadid banyak. Ada puluhan ribu namun tidak terorganisir dengan baik. Sama juga dengan Alumni Sukorejo, cukup solid namun masih berkubu-kubu, tergantung ketokohan alumni setempat. Alumni Annuqayah, hanya sekitar lima ribuan, tapi solid. Terorganisir dan dalam satu komando dan berpengaruh. Bukannya saya mau ‘menjual’ IAA. Tapi itu memang faktanya. Jadi, maklum IAA banyak yang melirik,” tukasnya.

Baca Juga:  Sikap Bijak Kapolsek Kadur Dinginkan Potensi Ricuh Ansor Cup

Sejatinya IAA memang bukan organisasi politik. Tetapi harus diakui bahwa banyaknya alumni Annuqayah di Jember yang menduduki jabatan strategis juga menjadi nilai tambah tersendiri. Sebut saja, Drs. KH. Abdul Muqit Arief sebagai Plt Bupati Jember dan Gus Itqon Syauqi sebagai Ketua DPRD Jember.

Ketika ditanya apakah IAA memiliki kecenderunan politik mengarahkan alumni kepada salah satu pasangan calon? Jawabannya tidak.

“Kalau dulu kita masuk gelanggang karena ada alumni (Kiai Muqit) yang mencalonkan diri. Sekarang tidak. IAA di luar gelanggang. Kapok. Takut sakit hati lagi,” jawabnya.

Reporter: F Ahmad

Redaktur: Zul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *