Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Cerita Budayawan Zawawi Imron Ditegur Gus Mus karena Membenci Gus Dur

Media Jatim

MEDIAJATIM.COM, Sumenep – Di penghujung tahun 2009 lalu, tepatnya tanggal 30 Desember 2009, Indonesia kehilangan seorang tokoh pemersatu bangsa, yakni KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Gus Dur menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada Rabu (30/12/2009), pukul 18.45 WIB.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Sampai detik ini, kuburannya diziarahi ribuan orang setiap hari. Berkat nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan Gus Dur, membuatnya tak hanya diziarahi umat Islam, tetapi juga masyarakat dari berbagai kalangan dan agama.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Dalam rangka mengenang dan meneladani spirit perjuangan Gus Dur, Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep melaksanakan Haul KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Graha Wahab Chasbullah Sumenep, Sabtu (26/12/2020).

Baca Juga:  Membandel, Penjual Miras di Muncar Ini Kembali Ditindak Polisi

Ada Habib Badul Qodir Faqih Bilfaqih yang hadir dan ratusan kader Ansor se Kabupaten Sumenep, serta K.H D. Zawawi Imron, seorang Budayawan Madura yang diminta untuk menyampaikan testimoni tentang Gus Dur.

“Banyak cerita tentang Gus Dur, tapi waktunya tidak cukup hanya sehari,” ucap D. Zawawi membuka percakapan dengan kader-kader Ansor.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Si Celurit Emas itu ternyata pernah tidak suka terhadap Gus Dur. Pasalnya, saat Gus Dur menjabat sebagai Dewan Kesenian dan sedang menjadi Juri Festival Film, ada banyak ucapan Gus Dur yang tidak masuk akal bagi D. Zawawi Imron.

“Singkat cerita, akhirnya saya ditegur oleh Gus Mus saat menuturkan ketidaksukaan saya padanya,” kata Budayawan yang juga pernah menjadi Wakil Ketua PAC Ansor Batang-batang tahun 1962.

Baca Juga:  Pameran Artefak Meteorit, Penyemangat Kebangkitan Jember di tengah Pandemi

Dalam cerita D. Zawawi, Gus Mus mengatakan: “Sampean ini kan penyair, suka kata-kata yang bersayap. Kedua, sampean kan juga budayawan, sampean kalau mendengarkan apa yang disampaikan Gus Dur, sampean tidak akan terima. Tapi renungkanlah apa yang disampaikan Gus Dur dan perhatikanlah yang diperjuangkan,” ceritanya pada hadirin menirukan teguran Gus Mus.

Dalam kesempatan tersebut D. Zawawi menyampaikan, Gus Dur putra terbaik Indonesia yang diturunkan Allah untuk menjadi Tokoh Dunia.

“Gus Dur itu pemain grambol (politik) yang tercerdik di Indonesia. Sehingga, Pak Harto pun kelimpungan menghadapinya,” tutup lelaki lulusan SD yang menjadi tokoh Internasional itu.

Reporter: Rasyidi

Redaktur: A6

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001