Opini  

Muslim Milenial dan Bahasa Arab

Oleh: Khairun Nisa’*

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang termasuk dalam rumpun bahasa sempit dan berkembang sejak ribuan tahun yang lalu. Hingga sat ini, bahasa Arab dianggap sebagai bahasa tertua di dunia semenjak diresmikan sebagai bahasa yang sah untuk digunakan dalam lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1973, hal ini menunjukkan bahwa bahasa Arab sudah diakui sebagai bahasa Internasional, bukti lainnya bahwa bahasa Arab sudah diakui dunia adalah dengan ditetapkannya hari bahasa Arab sedunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang diperingati setiap tahun pada tanggal 18 Desember.

Bahasa Arab menjadi bahasa Internasional ke-6 dari 22 bahasa negara di dunia. Sebanyak 29 negara di dunia menggunakan bahasa Arab secara teratur, 22 di antaranya adalah negara Arab. Bahasa Arab tidak hanya digunakan sebagai bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah saja, tetapi juga digunakan dalam bidang politik dan ekonomi. Bahasa Arab memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi global, pada kawasan Timur Tengah yang notabene mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari diakui sebagai penghasil sumber daya energi dan mineral dunia. Sehingga negara-negara di dunia yang ingin membuka jalan kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah harus menguasai bahasa Arab agar bisa menjalin hubungan kerja sama dalam bidang politik maupun ekonomi.

Pada saat ini zaman yang semakin canggih dengan lahirnya teknologi-teknologi yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses segala informasi dan pengetahuan dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga masyarakat merasa lebih tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris agar dapat berinteraksi dengan dunia luar untuk mengikuti arus perkembangan zaman.

Baca Juga:  H Hendy Siswanto di Mata Kaum Milenial

Sama halnya dengan bahasa Inggris, bahasa Arab juga merupakan bahasa Internasional yang sudah dituturkan oleh lebih dari 422 juta jiwa dan sudah digunakan sebagai bahasa resmi oleh 25 negara di dunia. Bahasa Arab dan bahasa Inggris sama-sama penting untuk dipelajari dan dikuasai karena memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan warisan peradaban yang paling banyak, hampir dua per tiga penduduk dunia menggunakan kedua bahasa tersebut. Sehingga para cendekiawan mengatakan bahwa “Dengan menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris, maka kita akan dapat menguasai dua kehidupan dunia”. Namun pada hakikatnya bahasa Arab tidak dapat dipisahkan dari umat Islam, karena sumber pokok ajaran Islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah) berbahasa Arab, sehingga bahasa Arab disebut juga sebagai pemersatu umat. Bagi umat Islam dalam mempelajari bahasa Arab seharusnya sudah menjadi hal yang wajib dilakukan, karena dengan menguasai bahasa Arab dapat memudahkan umat Islam dalam memahami isi Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga bukan hanya menciptakan generasi muslim milenial yang berintelektual dan mampu bersaing di kancah Internasional tetapi juga paham terhadap ajaran-ajaran agama Islam yang dapat membawa perubahan yang baik pada masyarakat dan dunia. Akan tetapi minat muslim milenial saat ini sangat memprihatinkan untuk belajar bahasa Arab. Mengapa hal ini terjadi? Karena mereka menganggap bahasa Arab itu sulit dan rumit untuk dipelajari dan dipandang kurang keren, padahal bahasa Arab itu bahasa Internasional yang sudah diakui oleh dunia, bahasa Arab merupakan bagian dari agama Islam yang sudah dijamin kemuliaannya oleh Allah SWT.

Peserta didik menganggap bahasa Arab itu sulit karena terkadang guru bahasa Arab dalam mengajar seakan-akan memberikan kesan yang sulit, sehingga tidak ada inovasi bagi peserta didik dalam belajar bahasa Arab, hal ini membuat kurangnya minat peserta didik dalam belajar bahasa Arab.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Pendekar Pena: Mahbub Djunaidi

Bahasa Arab dipandang kurang keren karena kebanyakan public figure berbicara dengan bahasa Inggris, dan tidak jarang seseorang melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh public figure yang diidolakannya. Hal ini membuat bahasa Arab terkesan kurang keren dalam pemikiran masyarakat.

Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing bagi masyarakat Indonesia semakin kehilangan makna dan eksistensinya. Sedikit sekali masyarakat dan pelajar di Indonesia yang memanfaatkan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari dan dalam relasi bisnis. Padahal Indonesia merupakan basis terbesar pembaca dan pembelajar bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, penggunaan bahasa Arab saat ini masih terbatas pada kalangan cendekiawan muslim, pelajar muslim, dan para TKI yang bekerja di negara Timur Tengah terutama negara Saudi Arabia. Salah satu penyebab menurunnya penggunaan bahasa Arab di Indonesia adalah adanya pengaruh globalisasi yang menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional pertama, sehingga mau tidak mau pelajar Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri harus bisa menguasai bahasa Inggris, selain itu dalam komunikasi dan organisasi Internasional bahasa pokok yang digunakan adalah bahasa Inggris. Jadi, masyarakat Indonesia menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama yang harus dikuasai. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Indonesia yang notabene penganut muslim terbesar, namun lebih memilih untuk belajar dan menguasai bahasa Inggris daripada bahasa Al-Qur’an.

*) Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Tarbiyah, IAIN Madura.

WhatsApp chat