Kerap Lakukan Pungli, Kadispendukcapil Sumenep Sidak Petugas Pembuat Dokumen Kependudukan Ganding

Media Jatim
Pungli
(Moh. Faiq/Media Jatim) Sejumlah petugas UPT Dispendukcapil Kecamatan Ganding saat disidak langsung oleh kepala dinas terkait pada Selasa (30/5/2023) kemarin.

Sumenep, mediajatim.com — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Sumenep Achmad Syahwan Effendy melakukan sidak ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dispendukcapil Kecamatan Ganding, Selasa (30/5/2023).

Sidak Kepala Dispendukcapil Sumenep ini merupakan respon atas praktik Pungli berulang oleh petugas pembuat dokumen kependudukan di Ganding.

Pantauan mediajatim.com, turut hadir dalam sidak tersebut, salah seorang korban Pungli di UPT Dispendukcapil Kecamatan Ganding, M. Ainur Ridho.

Dalam kesempatan tersebut, Ainur memberikan kesaksian di depan Kepala Dispendukcapil Sumenep, Kepala UPT Dispendukcapil Ganding, petugas Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kecamatan, dan petugas Register Desa (Redes) bahwa pernah dimintai uang Rp50 ribu oleh petugas saat mengurus KTP ayahnya.

Baca Juga:  Kasus Vaksinasi Santri Sumber Gayam, Ini Rilis Kepolisian

Kepala Dispendukcapil Sumenep Achmad Syahwan Effendy menanyakan kepastian praktik Pungli ke para petugas yang hadir dalam sidak tersebut. Namun tidak ada satu pun dari para petugas yang mengakui.

Syahwan memaparkan kepada para petugas, tidak boleh melakukan tindakan Pungli kepada masyarakat saat mengurus dokumen kependudukan.

“Mari kita bekerja dengan ikhlas, niatkan dengan tulus. Insyaallah, pasti akan diganti oleh Allah Swt.,” ungkapnya, Selasa (30/5/2023).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi, lanjut Syahwan, tengah berupaya melayani masyarakat dengan maksimal melalui semangat kerja Bismillah Melayani. Tapi, kata Syahwan, kelakuan di bawah justru seperti ini.

“Ayo, teman-teman petugas, jangan hanya menggantungkan hidup dengan pekerjaan ini. Mari berkreasi dan berwirausaha. Supaya terhindar dari tindakan yang merugikan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Komisi B DPRD Jawa Timur Tertarik Adopsi Sistem Pengelolaan Wisata NTT

Pihaknya juga meminta Kepala UPT Dispendukcapil Kecamatan Ganding Salehadi, untuk membuatkan piket resmi supaya ketahuan siapa saja yang bertugas setiap harinya. “Nanti kalau kejadian Pungli lagi, bisa dilihat siapa yang masuk pada hari itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahwan juga meminta ke Kepala UPT Dispendukcapil Kecamatan Ganding, agar empat orang Redes yang tidak hadir dalam pertemuan untuk juga diperiksa. “Laporkan secara tertulis. Jika kedapatan Pungli, nanti akan kami tindak lanjuti,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Syahwan meminta maaf kepada korban atas kejadian Pungli oleh petugas UPT Dispendukcapil Kecamatan Ganding.(fa/faj)