UNIJA Madura Respons Dinamika Politik RI, Minta Pemerintah Jangan Teror Warga Jelang Pemilu 2024

Media Jatim
UNIJA
(Joni Suhartono/Media Jatim) Rektor UNIJA Madura Sjaifurrachman (tengah berpeci hitam) saat memimpin Mimbar Demokrasi Pesan Kebangsaan untuk Indonesia di halaman gedung rektorat kampus setempat, Rabu (7/2/2024).

Sumenepmediajatim.com — Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura merespons dinamika politik nasional dengan menggelar Mimbar Demokrasi Pesan Kebangsaan untuk Indonesia di halaman gedung rektorat kampus setempat, Rabu (7/2/2024).

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Mimbar bertajuk “Selamatkan Demokrasi, Jaga Reformasi” ini diikuti oleh Rektor, sejumlah dosen dan ratusan mahasiswa UNIJA.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNIJA Madura Sjaifurrachman mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk terlibat dan memelihara demokrasi di Indonesia.

“Terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kami berharap kepada pemerintah, baik di pusat atau daerah agar tidak menggunakan kekuasaan untuk memenangkan Capres Cawapres atau Caleg tertentu,” ungkapnya, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga:  Muhammad Fahad Tercatat sebagai Ketua DPRD Terkaya di Madura

Negara ini, tegas Sjaifur, wajib melindungi kebebasan berekspresi setiap warganya. “Termasuk dalam memilih pemimpin, pemerintah tidak boleh memaksa, tidak boleh ada teror, apalagi mengintimidasi warga,” imbuhnya.

Sjaifur juga berharap kepada penyelenggara Pemilu, mulai dari tingkatan paling bawah hingga pusat hendaknya menjaga netralitas dan integritasnya.

“Jalankanlah asas Pemilu yang jujur dan adil (Jurdil). Insyaallah Pemilu ini akan berkualitas dan memiliki legitimasi,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa (Presma) UNIJA Madura Tolak Amir juga berharap agar Pemilu 2024 berlangsung dengan aman dan Jurdil.

Baca Juga:  Kerap Lakukan Pungli, Kadispendukcapil Sumenep Sidak Petugas Pembuat Dokumen Kependudukan Ganding

“Kami akan mengawal dan melaporkan setiap peristiwa kecurangan Pemilu. Karena hal itu sangat meresahkan dan merusak demokrasi kita,” ujarnya, Rabu (7/2/2024).

Intinya, imbuh Amir, Pemilu harus berjalan damai tanpa ada intimidasi atau teror kepada siapa pun. “Karena ancaman demokrasi bisa datang dari mana saja, kita semua harus siaga,” pungkasnya.(ly/faj)