Kans Besar Madura United Kantongi Lisensi AFC

MediaJatim.com – Terkait Lisensi AFC, Madura United memiliki 8 kekurangan yang sifatnya administrasi saja. Kekurangan tersebut adalah paling kecil daripada klub lainnya.

Demikian ditegaskan Manajer Madura United, Haruna Sumitro. Pihaknya mengaku akan berusaha untuk melengkapi kekurangan tersebut. Lebih dari itu, Madura United pasti taat pada proses verifikasi yang akan dilakukan.

DLH Pamekasan

Seperti diketahui AFC mewajibkan seluruh tim yang akan berlaga di  Kompetisi Champions Asia dan AFC League harus memiliki Lisensi AFC.  Persyaratan untuk mendapatkan mendapatkan Lisensi AFC tersebut, setidaknya terdapat sebanyak 31 item yang harus masing-masing klub.

Saat beberapa klub mengklaim sudah memiliki AFC Lisenci, Haruna Soemitro menyampaikan pihaknya berani bertaruh bahwa hingga hari ini belum ada satu pun dari 18 peserta LIga 1 Gojek Traveloka yang mengantongi AFC LIsenci dan bahkan pihaknya menjamin tidak aka nada yang lolos jika Federasi dalam hal ini PSSI tidak serius melakukan pendampingan.

Sejatinya, Persipura Jayapura pernah ikut serta dalam kompetisi Asia. Namun, Persipura Jayapura juga termasuk satu dari 6 tim yang dipanggil oleh PSSI untuk  advokasi mendapatkan AFC Lisenci. “Antara legalitas klub untuk  berkompetisi di Liga 1 dengan AFC Lisenci berbeda. Ada persepsi yang salah dalam memaknai AFC Lisenci dengan legalitas klub,”  tegas  Haruna.

Baca Juga:  Gabung Grup B Piala Presiden 2022, Ini Komentar Pelatih Madura United

Sebelumnya, PSSI memanggil 6 klub peserta Liga 1  untuk atensi pelaksanaan AFC Lisenci. Ke-6 klub yang dipanggil adalah klub yang saat ini berada di 6 besar klasemen sementara Liga 1 Gojek Traveloka. Yakni, Bhayangkara Fc,   Bali United, PSM Makassar, Madura United, Persipura Jayapura dan Persija Jakarta.

Pemanggilan ke-6 tim tersebut juga sehubungan dengan tenggang waktu  akhir perbaikan persyaratan untuk mendapatkan AFC Lisenci yang makin pendek. Terakhir, mereka ditarget harus menyelesaikan seluruh persyaratan pada 31 Oktober mendatang.

Reporter: Hendra WCP

Redaktur: Sule Sulaiman