oleh

Tiga Pesan Ketua GP Ansor Pragaan Ini Mencerahkan

MediaJatim.com, Sumenep – Agenda rutinitas bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) GP Ansor Pragaan kembali terlaksana di Pimpinan Ranting GP Ansor Kaduara Timur. Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Istiqmal, Jumat siang (20/10).

Kemasan acara di antaranya pembukaan yang dipimpin ustadz Khalis, sambutan disampaikan oleh ketua PAC GP Ansor Pragaan, Moh. Qudsi, dan pembacaan shalat Nariyah sebanyak 1.934 dipimpin oleh ustadz Shaleh. Setelah itu, penutup dipandu oleh ustadz Masduqi.

Dalam kesempatan itu, Qudsi menyampaikan tiga pesan yang dirasa sangat menggugah hadirin nan mencerahkan.

Pertama, Qudsi mengimbau kepada seluruh pengurus PAC GP Ansor Pragaan agar mengantisipasi maraknya kelompok atau paham yang tidak sesuai dengan paham Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja). Manakala di tengah masyarakat ada aktivitas tidak terlaksana seperti biasanya, harus segera disikapi dengan tegas.

Baca Juga:  Banser dan GP Ansor Larangan Resmi Dilantik

“Lumrahnya interaksi kelompok tersebut secara dzahir terlihat baik. Tapi di balik itu ada misi terselubung. Karenanya jangan terlalu percaya pada kelompok yang baru kita kenal, apalagi sampai terpengaruh pahamnya. Kita harus tahu terlebih dahulu sejarah dan mengidentifikasinya,” ujar Qudsi.

Kedua, kita jangan mudah terprovokasi atas paham kelompok lain. NU dan Ansor setiap menyikapi masalah memiliki tradisi tabayyun; tidak mudah menghakimi di luar garis aturan yang semestinya.

“Ketiga, sebentar lagi akan dimulai pesta demokrasi. Yaitu, pemilihan Gubernur Jawa Timur. Berbeda pilihan suatu hal yang wajar. Sikapilah perbedaan sebagai anugerah. Hanya karena beda pilihan, jangan sampai kita berpecah belah,” tukasnya.

Baca Juga:  Di Hadapan Kader Baru, Ketua IPPNU Pamekasan Minta Kenali Aswaja An-Nahdliyah

Penegasan Qudsi disimak secara khidmat oleh hadirin. Mereka terdiri dari semua pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pragaan, Pimpinan Ranting dan anggota Remaja Masjid (Remas) Masjid Istiqmal. Serta, melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Anam