Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Madura United, Maut, Corona

Media Jatim

MEDIAJATIM.COM – Madura United FC sudah dipastikan bisa berlaga di Stadion Gelora Madura, Kabupaten Pamekasan. Segala bentuk administrasi perizinan sudah disiapkan oleh panitia.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Kompetisi lanjutan Liga 1 2020 tersebut tentu menggembirakan publik, utamanya warga Madura. Tim kesayangan berjuluk Laskar Sape Kerrab ternyata bisa bertanding di tanah air Pulau Garam. Itu setelah sebelumnya diinformasikan bakal berhome base di Stadion Delta Sidoarjo.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Meski begitu, kabar baik tersebut tidak seutuhnya menggembirakan rakyat Madura. Kehadiran virus Corona menjadi pemicunya. Pandemi yang mengubah tatanan kehidupan tersebut membuat peserta Liga 1 2020 berlaga tanpa penonton. Bertanding di tanah air sendiri tapi tidak didukung dengan kehadiran suporter, tentu menyisakan kesedihan tersendiri.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Tapi setidaknya, kebolehan bertanding di tanah air sendiri, bakal memberikan dampak psikologis positif terhadap para pemain, pelatih, dan official team. Secara fisik, mereka tidak perlu repot-repot ke Sidoarjo. Termasuk secara finansial team, perputaran uang dapat memberikan dampak positif langsung di Madura.

Pertandingan tanpa penonton yang diikuti Madura United karena virus Corona, akankah tergolong melawan takdir Tuhan kaitannya dengan maut?

Baca Juga:  Madura Vs Arema; Pertandingan Mencengangkan Layaknya Liga Inggris

Pertanyaan tersebut, tampaknya perlu dimulai dengan kisah Nabi Sulaiman yang kedatangan tamu malaikat maut.

Suatu hari, sebagaimana dikisahkan dalam kitab Az-Zuhud karya Imam Ahmad ibn Hambal, malaikat maut datang ke istana Nabi Sulaiman dengan menyerupai manusia. Ia menatap tajam ke seorang menteri di istana tersebut.

Setelah malaikat maut beranjak dari istana, sang menteri menyampaikan ketakutannya kepada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman memberitahu menterinya bahwa yang mendatanginya adalah malaikat maut. Ketakutan sang menteri berlipat, sehingga minta tolong ke Nabi Sulaiman agar segera dipindahkan ke India pakai angin.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Tidak lama kemudian, malaikat maut kembali mendatangi Nabi Sulaiman, sembari berkata: “Saya sempat dibuat bingung oleh menterimu. Saya ditugasi mencabut nyawanya di India. Barusan saya di India dan ternyata sudah ada dia di sana. Saya pun mencabut nyawanya,” ujar malaikat.

Atas kisah tersebut, wallahu a’lam.

Kisah tersebut memberikan penegasan kepada kita betapa maut tidak bisa dihindari. Sebab, ia merupakan takdir yang tak terelekkan. Siapa pun pasti tidak bisa terhindar darinya, termasuk para pemain, official team, pelatih, suporter, dan seluruh yang bersentuhan dengan Madura United FC.

Baca Juga:  Madura United Ciptakan 6 Rekor Mentereng

Tunggu dulu, ada kisah lain.

Suatu waktu, Umar bin Khattab dalam perjalanan ke suatu perkampungan. Sahabat Nabi Muhammad SAW tersebut dicegat oleh seseorang yang membawa kabar betapa perkampungan yang dituju Umar sedang ditimpa wabah tha’un, semacam virus yang penyebarannya cepat dan mematikan.

Singkat cerita, akhirnya Umar balik kanan. Dia sempat ditegur oleh seorang sahabat kaitannya dengan takdir kematian. Apa jawab Umar? “Saya menghindar dari takdir buruk menuju takdir baik (aw kama qol),” tegas Umar yang langsung diamini oleh seluruh sahabat yang menyertainya.

Dari dua kisah tersebut, kita bisa menarik benang merah betapa maut tidak bisa kita hindari. Namun, ikhtiar menjauhi atau menjaga diri dari penyakit mematikan semacam Corona tetap wajib dilakukan.

Kita doakan perubahan homebase Madura United yang semula direncanakan di Sidoarjo dan pindah ke Pamekasan menjadi berkah tersendiri. Kita doakan semoga Madura United beserta seluruh elemen yang berkaitan dengannya dijauhkan dari ganasnya virus Corona. Ketidakhadiran kita ke stadion dan menonton laga Madura United lewat Televisi atau streaming merupakan wujud nyata kecintaan pada tim kebanggaan rakyat Madura tersebut.

Reporter: A6

Redaktur: Zul

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001